KAJEN, METROPEKALONGAN.COM-Sarcasm sedang sibuk merevisi beberapa lagu bakal extended play (EP) atau mini album perdana mereka. Band bergenre grindcore asal Pekalongan ini rencananya akan merilis EP itu pada awal-awal 2024. Persiapannya saat ini sudah 80-an persen.
Persiapan rilis EP Sarcasm ini diutarakan secara ekslusif oleh sang gitaris Izal kepada METROPEKALONGAN.COM di sebuah kedai di daerah Tirto, Kabupaten Pekalongan, Rabu (27/12/2023) malam lalu.
Dua personel lainnya, Koceh (vokalis) dan Adi (drummer), malam itu tak bisa bergabung dalam wawancara karena ada kegiatan yang tak bisa ditinggal.
EP perdana Sarcasm, bocoran Izal, bertajuk "All Public of Noise". Berisi sepuluh butir lagu yang berbicara seputar isu keresahan publik hingga ketidakadilan sosial. Tema itu yang memang menjadi
"Kami belum tentukan hari dan tanggal rilis EP ini. Yang jelas awal-awal 2024, setelah Pemilu kelar lah," terang Izal.
Persiapan sampai saat ini sudah 80-an persen. Ada dua lagu yang masih perlu dipoles dan direvisi. Izal mengaku tidak ada kendala berarti dalam penggarapan EP ini. Tidak ada benturan dengan jadwal latihan, maupun waktu pribadi personil masing-masing.
"Secara umum aman sih, karena materi sudah kami siapkan jauh-jauh hari," ucapnya.
Sarcasm boleh dibilang sebagai pendatang barudi tengah ekosistem permusikan Pekalongan. Baru berdiri pada 11 Januari 2023. Usianya baru akan menginjak setahun.Tapi, kehadiran mereka langsung mendapat tempat di tengah geliat permusikan Pekalongan Raya.
Salah satu faktornya tentu saja karena ketiga personil Sarcasm bukan wajah baru di kalangan komunitas musik Pekalongan. Mereka sudah lama berkecimpung dan aktif di ekosistem itu.
Koceh, sang vokalis, ia juga merupakan personil Necrosadistic, band death metal yang cukup punya nama di Pekalongan.
Izal, juga telah lama malang melintang bersama ALPOH, band brutal death yang ia gawangi. Begitu pun Adi, juga aktif di dunia permusikan Pekalongan.
"Iya, boleh dibilang Sarcasm ini band baru tapi wajah lama," kelakar Izal.
Kendati demikian, Izal tidak menganggap Sarcasm sebagai pelarian masing-masing personil dari kevakuman band lama. Melainkan, Sarcasm berdiri karena latar belakang hasrat ingin mencoba warna baru dalam bermusik. Lalu mengapa mereka memilih grindcore sebagai labuhan?
"Kami punya keresahan yang sama. Dan, genre yang menurut kami tepat untuk mengekspresikan keresahan kamu itu, ya, grindcore ini," ungkapnya.
Dalam eksistensi selama hampir setahun ini, Sarcasm sudah memiliki sepuluh single. Dua yang menurut mereka masterpiece ialah "Rawwwku$" dan "All Public of Noise" (judul yang diadopsi untuk nama EP mereka nanti). Dua lagu tersebut berbicara soal filosofi rimpang (batang menjalar di bawah tanah, renggang).
Sarcasm juga telah tampil di berbagai panggung. Baik di Pekalongan maupun luar kota. Agenda terdekat, mereka akan manggung di event Snap Out of Fit #3, di Pekalongan, 6 Januari 2024 nanti. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla