PEKALONGAN, METROPEKALONGAN.COM-Bagi generasi milenial Pekalongan yang melewati masa muda 10 hingga 15 tahun yang lampau, tentu banyak yang kenal dengan grup band legendaris Raprox.
Pada masanya kala itu, band ini memang bukan yang terbaik, tapi bisa dibilang paling favorit bagi anak muda kala itu.
"Kalau ikut festival musik, pasti kami kalah. Kalau juara favorit, kami selalu dapat," kata Andi Pay, gitaris Raprox sambil terbahak-bahak.
Raprox memang unik di masanya. Yakni saat musik Melayu, Boyband, Girlband, hingga dangdut koplo merajai skena musik nasional.
Mereka dengan percaya diri, bernyanyi dengan musik rap campur rock dengan lirik bahasa Jawa Pekalongan.
Dengan jargon andalan Wani Tampil Wagu (Berani Tampil Aneh).
Jay sang vokalis, sejak awal manggung hingga sekarang konsisten pakai helm cakil dan rambut gondrong. Dengan suara gahar, tapi tetap nyanyi lagu Jawa.
"Yo pak ora o, sak karepku o, bebas o," itu
salah satu reff lagu paling fenomenal dari Raprox, Sakarepe.
Hal unik lainnya yang juga jadi persona Andipay adalah bermain musik genre rock yang keras.
Pria pengusaha konter pulsa ini, konsisten gunakan atribut Hello Kitty.
Bayangkan, main musik rock yang keras, pakai kostum pink dan bawa boneka Hello Kitty di panggung, kontras tapi unik.
Dengan mengkreasikan nuansa lokal, Raprox dapat hati di penggemar musik di Pekalongan dan sekitarnya.
Pendengar lagunya, akan merasa relate dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Apalagi Bahasa Jawa Pekalongan cukup unik. Kosa kata yang digunakan, hampir mirip bahasa Ngapak, namun cara pengucapannya datar seperti orang Jawa biasa.
Lagu-lagu seperti Sakarepmu, Pasar Tiban, Cah Edan, Fesbuk, Persip, Wong Mbecak, Nangis Utang, Medhit, Batik Kalongan dan beberapa lagu lain, full berbahasa Jawa Pekalongan.
"Dari awal band kami berdiri kurang lebih ada 30 lagu," ucap Jay penulis lagu serta vokalis Raprox.
Berawal Dari Grumungan
Raprox terbentuk karena grumungan (kumpul-kumpul). Sang vokalis, Jay, yang memang hobi menulis lagu, tiba-tiba terjebak dalam mini konser saat grumungan.
Namun lagunya yang kocak dengan lirik menggelitik membuat teman-temannya terhibur.
Dari situlah muncul ide, untuk serius membawakan lagu tersebut di panggung musik. Saat itu, sedang ramai festival musik, mereka pun mencoba peruntungan, ikut mendaftar.
Awal tampil, Jay, bermain sendiri dengan menggandeng personel band lain.
Akhir 2005, Jay mulai mengumpulkan personel band. Maka terbentuklah Raprox dengan formasi komplet. Termasuk bergabungnya Andipay jadi gitaris.
"Kami awal bermain di festival musik, dalam rangka perayaan tahun baru pada Desember 2005," ucap Jay.
Nama Raprox dipilih dengan alasan sederhana. Lagu-lagunya, walaupun pakai Bahasa Jawa Pekalongan, cara bernyanyinya dengan nge-Rap.
Sedangkan musik yang dimainkan, musik rock. Jadi memggabungkan dua unsur, namun diplesetkan pakai 'X', biar unik saja.
Diproduseri Juragan Batik
Pada album pertama, Raprox, benar-benar berjuang sendiri. Mereka patungan. Bahkan sempat jual barang berharga demi bisa rekaman lagu di studio musik.
Setelah itu, band ini mulai dikenal di kalangan anak musik lokal. Bahlan punya penggemar loyal.
Namun Raprox ketiban durian runtuh saat bertemu Juragan Batik yang nekat jadi memproduseri Raptox. Membayar semua proses rekaman, bahkan sering memberikan bantuan saat mereka manggung.
"Alasannyya cuma suka aja dengan kami," seru Pay.
Padahal, selama jadi produser lebih banyak ruginya. Karena sering mengeluarkan biaya pribadi untuk membantu Raprox.
Di album kedua ini, Raprox semakin moncer. Termasuk populernya lagu Sakarepmu.
Banyak panggung disambangi. Bahkan sampai dapat tanggapan di luar kota.
Lagu-lagunya banyak beredar di pasaran. Album mereka juga sempat jadi bahan penjualan CD musik bajakan di pasaran.
"Kalau kami sih bangga, lagu kami dijual bebas. Kalau produser ya kecut, rugi bandar," serunya sambil tersenyum.
Rekaman Nunggu Donatur
Grup band yang sekarang tinggal dua personel ini, berjanji akan tetap eksis di dunia musik. Bahkan dalam waktu dekat berencana rekaman dua single baru.
Kendati sekarang sudah ditinggalkan produser dan sepinya konser musik di Kota Pekalongan, tak membuatnya patah arang.
Selain itu, sebagian besar personel kembali ke dunia nyata. Mereka memilih bekerja dan berumah tangga. Kini Raprox hanya digawangi dua orang, Andipay dan Jay vokalis.
"Kami terakhir konser format band komplet pada Desember kemarin. Sekarang sisa kami berdua yang ada," ucap Jay, yang sehari-hari jadi juragan gas melon 3 kilogran ini.
Meski tinggal berdua, tetap komitmen lanjut bermusik. Keduanya akan membuktikan eksistensinya dengan meluncurkan dua single baru untuk rekaman dalam waktu dekat.
Namun Jay masih galau untuk menentukan judul lagunya, HP atau Goblok. Meski begitu, untuk single keduanya, dia sudah yakin untuk memakai judul Saling Mencintai.
"Kami masih menunggu donatur lagi, siapa tahu dapat sponsor lagi," harap Andipay.
Dengan dua personel, Raprox tetap akan mengusung format musik band dalam lagunya. Saat konser, mereka sudah menyiapkan MiDi, sebagai penunjang.
"Saat rekaman nanti, akan kami buat minus gitar. Adanya vokal saja, yang lain digital," ujarnya.
Keduanya tetap bersemangat bermusik, karena bulan depan, Raprox sudah ada tawaran manggung di dua tempat. (han/ida)