METROPEKALONGAN.COM - Belum jenak menarik nafas usai melakoni tur ke Malaysia dan Singapura, Righting Wrong langsung membayangkan tumpukan agenda manggung ke beberapa kota. Band hardcore asal Pekalongan ini menganggap semua itu bagian dari kahanan (keadaan) yang musti mereka lalui.
Selasa 23 Juli 2024 malam para personel Righting Wrong berkumpul di sebuah restoran di bilangan Pringrejo, Kota Pekalongan. Tak hanya personel, produser dan dari pihak label mereka pun ikut duduk bersama. Mereka akan rapat.
Beruntung, Jawa Pos Metro Pekalongan diberi kesempatan mewawancarai mereka secara ekslusif sebelum rapat dimulai. Di ruangan khusus yang sudah memiliki reservasi, Righting Wrong menyambut koran ini dengan ramah dan santai.
"Ini pas kebetulan kumpul semua," buka Babul, produser.
Righting Wrong belum lama kembali dari tur mereka di Malaysia dan Singapura. Di dua negara itu mereka manggung di tiga titik sebagai rangkaian "Brigade Petir South East Asia (SEA) Tour 2024" pada Mei lalu.
“Iya, dua titik di Malaysia, satu titik di Singapura,” sambung sang vokalis Rezha.
Sedianya dalam tur itu mereka juga manggung di satu titik lain, yakni di Thailand. Namun karena ada sedikit miskomunikasi, akhirnya batal.
“Tapi kami tetap ke Thailand, itung-itung liburan, karena kami sudah kadung pegang tiket buat ke sana,” ungkap Rezha.
Tur ke luar negeri tersebut, merupakan kali pertama yang Righting Wrong lakoni. Sekaligus mencatatkan mereka sebagai band pertama asal Pekalongan yang manggung di luar negeri.
Sepulang tur itu, Righting Wrong sudah dihadang agenda padat. Beruntung, agenda manggung di Medan yang harusnya mereka lakoni pada bulan Juni lalu urung terlaksana. Ada jeda untuk menghela napas.
Tapi mulai Juli hingga jelang akhir tahun nanti mereka harus kembali bergulat dengan agenda padat. Ada sejumlah agenda manggung dan tur menanti. Agustus mereka dijadwalkan mengejutkan Pemalang, September ke Jawa Timur-Bali, lalu Oktober ke Bandung-Jakarta.
Righting Wrong juga dapat menawarkan tur ke luar negeri lagi, yakni ke Thailand dan Vietnam yang rencananya akan berlanjut ke Batam dan Medan. Waktu belum ditentukan, namun agenda itu sudah dalam tahap perencanaan dengan pihak penyelenggara.
“Ya, kahanannya begitu dan harus kami lalui satu per satu,” ujar Rezha.
Layak Dibilang Benar Salah band paling mapan dan produktif di Kota Batik untuk saat ini. Band yang terbentuk tahun 2006 ini telah mengoleksi tiga album yakni Muda Berbahaya (2014), Utopis (2020), dan Kala (2024) yang pesta rilisnya digelar di sebuah kedai kopi Pekalongan, Sabtu 27 Juli 2024 kemarin.
Sebelum rilis Kala, Righting Wrong menerbitkan single bertajuk "Malapetaka" pada tahun 2023. Selain itu dua video klip telah mereka luncurkan yakni untuk lagu "Born to be Free" dan "Tragedi Fantasi". Saat ini juga sedang akan menggarap video klip "Out of Control" dari album album Kala.
Band ini ber-embrio dari komunitas Hardcore Kota Batik. Sempat mengalami pergantian personel, formasi resmi Righting Wrong saat ini antara lain Rezha (vokal), Saddam (gitar), Umam (gitar), Sahrul (bass), dan Kemal (drum). Dari lima punggawa ini, hanya Rezha yang merupakan personel lawas dan juga membidani lahirnya Righting Wrong.
Bisa sampai di titik ini, Righting Wrong menganggap semua berkat jejaring pertemanan yang terbangun seiring perjalanan karir band. Mereka berkomitmen tak mau terjangkit star syndrome (merasa lebih baik dari lainnya). Mereka pun hingga kini tak pernah bercita-cita ingin sepanggung dengan band maupun nama besar tertentu.
"Kalau boleh bercita-cita, dan ini memang belum tercapai, kami ingin sepanggung dan berkolaborasi dengan grup karawitan. Itu saja," tutup Rezha. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla