Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Film Legends of The Condor Heroes: The Gallants, Film Bela Diri yang Spektakuler Kini Sudah Bisa Ditonton di Bioskop Indonesia

Ida Nor Layla • Minggu, 2 Maret 2025 | 19:30 WIB
Photo
Photo

METROPEKALONGAN.COM – Kini Film “Legends of The Condor Heroes: The Gallants” sudah tayang di bioskop-bioskop di Indonesia.

Film yang disutradarai oleh Tsui Hark dan dibintangi oleh Xiao Zhan, Zhuang Dafei, dan Tony Leung Ka-fai ini sudah tayang di Indonesia mulai Rabu 26 Februari 2025.

Film “Legends of The Condor Heroes: The Gallants” ini bisa ditonton di antaranya di XXI, Cinema 21, Cinepolis, dan CGV.

Film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants" merupakan film wuxia Tiongkok tahun 2025 yang diangkat dari novel "The Legend of the Condor Heroes" karya Jin Yong.

Tepatnya dari bab 34 hingga 40 yang menampilkan aksi bela diri yang spektakuler, kisah cinta yang menyentuh, dan konflik yang menegangkan.

Film ini menceritakan kisah cinta antara Guo Jing (diperankan oleh Xiao Zhan) dan Huang Rong (diperankan oleh Zhuang Dafei) di tengah konflik antara Dinasti Jin dan Mongol.

Guo Jing, seorang martial artist yang dibesarkan di antara Mongol, harus menghadapi berbagai tantangan untuk menyelamatkan Huang Rong dari tangan Venom West (diperankan oleh Tony Leung Ka-fai), seorang ahli bela diri yang kejam.

Film ini telah sukses besar di box office Tiongkok dan telah ditayangkan di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia, Australia, dan Selandia Baru.

Dengan aksi bela diri yang spektakuler dan kisah cinta yang menyentuh, film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants" merupakan film wuxia yang wajib ditonton.

Film ini juga menyuguhkan adegan peperangan yang megah yang diperkuat dengan sentuhan filosofi seni bela diri China dan pariotisme.

Ini berbeda dengan serial TV era 1990-an yang di Indonesia cukup terkenal dengan Bintang Andy Lau, Pendekar Rajawali.

Keduanya memang dibuat berdasarkan novel trilogy karya Jin Young tahun 1950-an.
Tapi "Legends of the Condor Heroes : The Gallants" disebut sebagian besar mengambil bab 34-40 dari buku pertama The Legends of the Condor Heroes.

Perlu diketahui, serial televisi Pendekar Rajawali mengambil cerita dari buku kedua yaitu The Return of The Condor Heroes.

Sinematografi dan musik latar yang disajikan pun cukup memukau. Salah satu kelebihan dari film ini ada di adegan perang kolosalnya.

Xiao Zhan sebagai Guo Jing
Xiao Zhan sebagai Guo Jing

Tsui Hark tak hanya menyorot pasukan berkuda dari atas, tapi juga dari sudut pandang lainnya sehingga mampu membuat penonton merasakan semangat dari dua kubu yang tengah berseteru.

Film ini juga sarat akan taktik dan formasi pasukan dalam peperangan, terutama bagaimana pasukan Mongol mengepung musuh.

Kelebihan lainnya adalah penggunaan bahasa Mongol oleh sejumlah aktor yang tidak berkesan kaku, serta membuat kehidupan Guo Jing di tengah bangsa Mongol semakin meyakinkan.

Pengembangan karakter yang patut diacungi jempol ada di Huazheng (Zhang Wenxin).
Ia begitu piawai dalam memainkan pedang, tapi di sisi lain ia juga bisa melembut ketika bertemu Guo Jing.

Keputusannya di akhir film yang membuat Huazheng jadi karakter yang membekas. Xiao Zhan juga mampu memerankan Guo Jing dengan baik dan mampu membangun emosi penonton, apalagi ketika karakternya menghadapi titik balik yang dramatis dari perjuangannya selama ini.

Buat yang pernah menonton karya The Legend of the Condor Heroes sebelumnya, musik latar di beberapa adegan dalam film bisa jadi momen bernostalgia.

Sesungguhnya Legends of the Condor Heroes bisa dinikmati tanpa perlu membaca buku atau menonton karya sebelumnya. Subtitle film di bioskop juga cukup membantu.

Baca Juga: Dua Perusahaan Asal China Investasi Rp 900 Miliar di KITB

Beberapa menit awal memang sedikit rumit karena berisi pemaparan situasi peperangan saat itu.
Ditambah film ini menggunakan alur maju-mundur, dengan sudut pandang dari Guo Jing dan Huang Rong.

Namun, semakin ke tengah film, pace (kecepatan) dan penceritaan semakin menemukan titik terang.

Kendati demikian, semakin mendekati akhir, pace film ini terasa dipercepat. Langkah Guo Jing di akhir film bisa direnungkan.

Di sisi lain, tindakannya bisa disebut patriotik dan heroik, tapi di sisi lain juga bisa dilihat sebagai pengkhianatan.

Adegan perkelahian antara Guo Jing dan Racun Barat di tengah pasukan Mongol cukup memukau, dengan pace yang tepat.

Zhuang Dafei sebagai Huang Rong dan Xiao Zhan sebagai Guo Jing
Zhuang Dafei sebagai Huang Rong dan Xiao Zhan sebagai Guo Jing

CGI membuat elemen dan jurus mereka bisa dilihat, apalagi tampilan Racun Barat juga semakin mengerikan.

Akan tetapi, di sisi lain, apalagi bagi penikmat karya The Legend of Condor Heroes sebelumnya, adegan tersebut mungkin akan terlihat kurang "adu jotos".

Pada akhirnya Legends of the Condor Heroes: The Gallants tak hanya soal perang, tapi filosofi di balik seni bela diri serta makna dari kata "perdamaian".

 

Sinopsis film "Legends of the Condor Heroes: The Gallants"

Film ini menceritakan kisah Guo Jing (diperankan oleh Xiao Zhan), seorang pemuda yang dibesarkan di antara Mongol.

Guo Jing memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa dan menjadi murid dari Tujuh Pembunuh, yaitu Hong Qigong, Ouyang Feng, dan lain-lain.

Guo Jing kemudian bertemu dengan Huang Rong (diperankan oleh Zhuang Dafei), seorang gadis cantik dan cerdas yang merupakan putri dari Huang Yaoshi.

Pertemuan pertama di tengah penduduk Pulau Bunga Persik yang sedang bergurau. Keduanya kemudian jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah.

Guo Jing merasa Huang Rong berbeda. Keduanya pun kerap berpetualang bersama. Namun ada suatu kejadian yang menyebabkan kesalahpahaman antara Guo Jing dan Huang Rong. Karena terbawa emosi, Guo Jing pun meninggalkan Huang Rong.

Namun akhirnya Guo Jing mengetahui kebenarannya. Guo Jing pun menyesal dan ingin mencari Huang Rong. Begitu pula Huang Rong, ingin tetap bertemu dengan Guo Jing.

Meskipun terpisah, keduanya pun saling bertukar kode untuk mengabari bahwa salah satu dari mereka masih hidup.

Namun situasi saat itu sedang panas akibat peperangan. Di sisi Selatan, pasukan Jin berhasil mengalahkan pasukan Song, sekaligus mengambil wilayahnya.

Sedangkan di sisi Utara ada pasukan Mongol yang ingin menyatukan semua klan di bawah kekuasaannya.

Guo Jing yang merupakan keturunan bangsa Song, mencari perlindungan dengan pasukan Mongol.

Berkat keahliannya, Guo Jing dianggap sebagai anak angkat Jenghis Khan (Bayaertu).

Keadaan semakin rumit dengan munculnya Racun Barat (Tony Leung Ka Fai) yang ingin menguasai seni bela diri yang hanya dikuasai oleh Guo Jing dan Huang Rong.

Bersama pasukannya, Racun Barat bahkan tidak segan menyusup ke wilayah pasukan Mongol dan menyakiti Huangzheng (Zhang Wenxin), putri dari Jenghis Khan.

Guo Jing juga dihadapkan pada pilihan sulit, antara membela tanah kelahiran ayahnya atau tetap mencari perlindungan dan bersekutu dengan pasukan Mongol.

 

Artis Pemeran Utama

Berikut adalah latar belakang para pemeran "Legends of the Condor Heroes: The Gallants":

1) Xiao Zhan sebagai Guo Jing
Xiao Zhan adalah aktor Tiongkok yang lahir pada 5 Oktober 1991. Ia memulai karirnya sebagai penyanyi dan kemudian beralih ke akting. Ia dikenal karena perannya dalam drama "The Untamed" dan "Joy of Life".


2) Zhuang Dafei sebagai Huang Rong
Zhuang Dafei adalah aktris Tiongkok yang lahir pada 27 Juli 1996. Ia memulai karirnya sebagai model dan kemudian beralih ke akting. Ia dikenal karena perannya dalam drama "The Legend of Fuyao" dan "The Brightest Star in the Sky".


3) Tony Leung Ka-fai sebagai Ouyang Feng
Tony Leung Ka-fai adalah aktor Hong Kong yang lahir pada 1 Februari 1958. Ia adalah salah satu aktor paling terkenal di Hong Kong dan dikenal karena perannya dalam film "The Lover" dan "The Eagle Shooting Heroes". (*/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#xiao zhan #Legend of the Condor Heroes #xxi #Jin Young #cinema 21 #Tsui Hark #cinepolis #Drama China 2025 #cgv