Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

"Anora" Menang Oscar 2025, Tapi Tak Semua Orang Bisa Menontonnya, Ini Alasannya!

Lutfi Hanafi • Selasa, 4 Maret 2025 | 14:40 WIB
ROMANTIS - Salah satu adegan di Film Anora.
ROMANTIS - Salah satu adegan di Film Anora.

METROPEKALONGAN.COM – Film Anora berhasil menyabet penghargaan Film Terbaik di Oscar 2025, mengalahkan pesaing-pesaing kuat lainnya.

Namun, meski sukses besar, tidak semua orang bisa menonton film ini.

Bahkan, di Indonesia, film ini kemungkinan besar akan sulit tayang secara resmi.

Mengapa "Anora" tidak bisa ditonton semua orang?

Film yang disutradarai oleh Sean Baker ini mengangkat kisah Anora, seorang penari lap dance dari Brooklyn yang menjalin hubungan dengan anak seorang miliarder Rusia.

Dengan tema kehidupan malam, hubungan romantis yang kompleks, serta banyak adegan eksplisit, Anora bukan film untuk segala usia.

  1. Tema Dewasa & Banyak Adegan Eksplisit
    Anora tidak segan menampilkan realitas keras kehidupan dunia malam. Adegan vulgar, eksplisit, dan tema yang berat membuat film ini mendapat rating dewasa di banyak negara.
  2. Bisa Kena Sensor di Indonesia
    Regulasi perfilman di Indonesia cukup ketat, terutama untuk film dengan unsur eksplisit dan tema kontroversial. Dengan konten yang berani seperti Anora, kemungkinan besar film ini akan disensor secara besar-besaran atau bahkan tidak ditayangkan di bioskop sama sekali.
  3. Tidak Cocok untuk Semua Penonton
    Meskipun dipuji kritikus karena narasinya yang kuat dan pesan moral yang mendalam, banyak penonton awam yang merasa bahwa Anora bukan film yang nyaman untuk ditonton. Beberapa menganggap film ini terlalu vulgar dan bukan hiburan yang bisa dinikmati semua orang, terutama orang Indonesia.

 

Film Terbaik, Tapi Kontroversial

Kemenangan Anora di Oscar 2025 menandai perubahan tren perfilman, di mana film dengan tema yang lebih realistis dan berani semakin mendapatkan tempat di industri.

Beberapa fakta menarik tentang film ini:
Anora dibuat dengan anggaran hanya $6 juta, tetapi berhasil memenangkan Palme d’Or di Festival Film Cannes sebelum meraih Oscar.
✅ Film ini dianggap sebagai dekonstruksi kisah Cinderella, di mana kisah dongeng romansa kaya-miskin tidak selalu berakhir bahagia.
✅ Beberapa kritikus menyebut film ini "klise tapi tidak murahan", karena tetap memiliki kedalaman emosi yang kuat.

Baca Juga: Ide Konten Receh Seputar Belanja Online yang Bikin FYP di Sosial Media

Apa Kata Netizen?

Di media sosial, Anora menuai banyak perbincangan. Di TikTok dan Instagram, film ini jadi bahan diskusi panas:
???? "Film ini brilian, tapi bukan untuk semua orang. Beberapa adegan terlalu berani!"
???? "Ceritanya kuat, tapi saya tidak yakin bisa menikmatinya. Terlalu vulgar."
???? "Ini seperti Pretty Woman versi realistis… tidak ada akhir bahagia."

Meskipun sukses besar dan memenangkan Oscar 2025 sebagai Film Terbaik, Anora tidak bisa ditonton oleh semua orang.

Banyak adegan dewasa, tema kontroversial, dan kemungkinan sensor di Indonesia membuat film ini hanya cocok untuk penonton tertentu.

Jadi, kalau kamu ingin menonton Anora, siap-siap cari alternatif aplikasi atau layanan menonton film secara digital. (han/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#oscar 2020 #adegan #Film Anora #dewasa #film terbaik #Sensor