METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Panggung Redbox Social Cafe Pekalongan bakal berubah jadi arena lintas budaya pada Sabtu malam, 31 Mei 2025.
Grup musik unik asal Semarang, Jepang Jowo, siap menghibur warga Kota Pekalongan lewat kolaborasi eksentrik antara budaya Jawa dan Jepang.
Tak sendiri, penampilan mereka akan dimeriahkan komunitas cosplay lokal @shiroichi_club, lengkap dengan mini kompetisi cosplay, sesi games interaktif, hingga talkshow santai seputar dunia wibu dan kreativitas musik unik ala Jepang Jowo.
Grup Jepang Jowo yang digawangi Hendra Kumbara dan Selagood, dikenal karena kemampuannya menciptakan musik eksperimental dengan lirik bahasa Jawa dan aransemen ala musik anime Jepang.
Lagu viral mereka, Kawanen Sahur, menjadi bukti betapa kombinasi dua budaya ini punya daya tarik tersendiri.
Menurut Wise Muniaga, Manajer Red Box Social Cafe Dupan Pekalongan, acara ini bukan hanya hiburan, tapi juga ruang inklusif bagi anak-anak muda dan komunitas kreatif untuk tampil dan berjejaring.
Baca Juga: Promo Film, Maxime Bouttier Belanja Batik Pekalongan untuk Luna Maya
"Genre Jepang Jowo mungkin terdengar asing bagi sebagian masyarakat Pekalongan, tapi justru disitulah tantangannya. Kami ingin menjadikan Red Box sebagai wadah ekspresi budaya alternatif, tempat komunitas bisa merasa diterima dan berkembang," ujar Wise.
Ia menambahkan, awalnya konsep ini dirancang sebagai hiburan komunitas kecil.
Antusiasme sangat tinggi dari berbagai pihak, termasuk para cosplayer, ibu-ibu kreatif, dan komunitas wibu lokal.
Baca Juga: Beyond and Coffee, 10 Tahun Menjadi Ikon Kopi Industrial di Pekalongan
Karena itulah, Red Box memutuskan untuk menjadikannya konser publik dengan konsep budaya pop yang menyenangkan.
“Kita ingin ada transfer budaya yang asyik. Musik, kostum, dan interaksi lintas komunitas jadi cara menyenangkan untuk mengenalkan keunikan budaya Jepang dan Jawa secara bersamaan,” tambahnya.
Tak hanya menikmati musik dan penampilan cosplay, pengunjung juga bisa berpartisipasi dalam talkshow bersama Jepang Jowo untuk mengetahui lebih dalam proses kreatif mereka, serta bagaimana budaya lokal bisa diolah menjadi produk seni populer.
Baca Juga: Gairah Sepak Bola Tak Pernah Tua, Wali Kota Cup U-40 Jadi Ajang Nostalgia dan Silaturahmi
Red Box menargetkan kehadiran 100–200 orang dalam konser ini.
Tidak hanya sebagai penonton, tapi juga sebagai bagian dari komunitas kreatif yang siap menyambut inovasi budaya yang terus berkembang.
Dan ini baru permulaan. Wise menyebut bahwa dalam waktu dekat, Red Box akan mengusung tema-tema baru dari komunitas lain, termasuk musik reggae dan seni lokal lainnya.
Baca Juga: Tanggul Jebol di Perbatasan Pekalongan Banjir Makin Parah, Minta Gubernur Turun Tangan
Siapkan cosplay terbaikmu, ajak teman komunitasmu, dan nikmati malam yang penuh musik, budaya, dan keseruan di Red Box Social Cafe Pekalongan! (han/ida)