METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Malam akhir pekan di Kota Pekalongan tak lagi sepi.
Di kompleks Dupan Square yang selama ini dikenal sebagai area perkantoran dan hotel, kini berdiri sebuah ruang kreatif bernama Redbox Social Cafe.
Tempat ini, telah menjelma menjadi salah satu pusat hiburan anak muda paling ramai di Kota Batik.
Suasana khas malam urban terasa begitu kental di tempat ini.
Lampu gantung temaram, dentuman live music, meja-meja kayu penuh tawa, dan panggung kecil yang tak pernah kosong dari aksi performer lokal.
Mulai dari konser reggae, hip-hop, hingga kolaborasi budaya Jepang—semuanya hadir dalam satu bulan penuh kejutan.
Manajer pengelola Redbox, Wise Muniaga, di sela-sela persiapan acara malam minggu.
Dengan semangat, ia membagikan filosofi di balik lahirnya Redbox sebagai ruang kreatif dan komunitas.
“Kami ingin Redbox ini jadi rumah untuk semua anak muda. Tempat ngumpul, belajar, tampil, dan mengekspresikan diri. Bukan cuma kafe, tapi ruang sosial kreatif,” ungkap Wise, kepada metropekalongan.com, pada Kamis 26 Juni 2025.
Salah satunya pada bulan Juni ini, konser “SatNight with King Masmus & Signature Time” pada 14 dan 17 kemarin cukup meriah.
Suasana tumpah ruah ketika musisi lokal menyuguhkan penampilan memikat.
Tiket hanya Rp 50.000, dan penonton mendapat satu soft drink sebagai bagian dari konsep Food & Drink Coupon (FDC) yang inovatif.
Yang tak kalah unik, Redbox juga menggandeng komunitas Japanese Club Pekalongan dalam sebuah event kolaboratif lintas budaya.
Ada penampilan musik, cosplay, dan diskusi budaya yang membuat pengunjung merasakan sensasi Jepang di tengah kota batik.
“Kita nggak cuma gelar konser, tapi juga aktif mengajak komunitas gabung. Kayak kemarin kami kerja bareng komunitas Jepang. Seru banget! Dan respon anak-anak muda luar biasa,” tambah Wise.
Dengan jam operasional dari pukul 10.00 hingga 01.00 WIB, Redbox bukan hanya tempat makan dan minum.
Ada live music setiap malam minggu, request lagu, hingga panggung open mic. Semua ini disusun agar pengunjung merasa terlibat, bukan hanya sebagai penonton.
Menurut Wise, konsep ini lahir dari pengamatan tren anak muda yang ingin lebih dari sekadar nongkrong.
Mereka ingin didengar, dilibatkan, dan diberi ruang. Maka muncullah tagline internal Redbox: “Kamu Nggak Cuma Duduk, Kamu Ikut Main.”
Dari segi promosi, akun @redbox.socialcafe di Instagram aktif membagikan momen-momen konser, kolaborasi komunitas, hingga teaser event mendatang.
Interaksi di media sosial pun tinggi—bukti bahwa Redbox berhasil menangkap ritme generasi digital.
Wise mengaku puas, namun belum selesai. Juni ini jadi pembuktian kalau Pekalongan itu nggak kalah sama kota besar lain. Komunitasnya kuat, anak mudanya kreatif.
"Kami akan kembangkan lagi, lebih rutin, lebih besar, lebih terbuka.”
Sebagai penutup bulan, Redbox sudah menyiapkan event Hip-Hop On The Box untuk awal Juli. Lineup-nya pun tak main-main, seperti Fuxsapzzz, Tenbi, Honkshit, Nagabagja, Flo, dan lainnya siap mengguncang panggung. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla