Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ikuti Lomba Mancing, Perkuat Silaturahmi dan Berbagi

Magang • Senin, 28 Juli 2025 | 22:55 WIB
LOMBA MEMANCING : Para peserta memadati lokasi lomba mancing sejak pukul 08.00 WIB di saluran irigasi di depan Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Kajen, Minggu pagi 27 Juli 2025.
LOMBA MEMANCING : Para peserta memadati lokasi lomba mancing sejak pukul 08.00 WIB di saluran irigasi di depan Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Kajen, Minggu pagi 27 Juli 2025.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Ribuan kail dilempar serempak ke saluran irigasi di depan Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Kajen, Minggu pagi 27 Juli 2025.

Tak sekadar menyalurkan hobi, tapi beragam hadiah seperti TV, kulkas, sepeda, mesin cuci, dan uang tunai Rp 2 juta menanti.

Meski begitu, lomba mancing gembira ini merupakan ajang mempererat silaturahmi warga sekaligus mengenalkan panti asuhan ke tengah masyarakat luas.

Siswandi, ketua Panti Asuhan, menyebut kegiatan ini rutin digelar setiap tahun dan sudah masuk tahun ketujuh.

“Kami ingin warga tahu ada panti asuhan di sini. Acara ini menjadi ajang hiburan dan berbagi untuk anak-anak panti asuhan,” katanya.

Tahun ini spesial, karena lomba digelar bekerja sama dengan Polres Pekalongan dalam rangka Hari Bhayangkara.

Pendaftaran dibuka lewat tiket seharga Rp 15.000. Animo masyarakat tinggi, 1.800 tiket pun ludes. Peserta datang dari berbagai daerah, termasuk dari Batang dan Comal Pemalang.

Acara dimulai sejak pagi yang diawali dengan pengajian pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Baru dilanjutkan memancing mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB.

Setelahnya, panitia membebaskan area irigasi mancing gratis. Dengan bantuan Dinas Perairan Kabupaten Pekalongan dan petugas kebersihan, agar nyaman dan aman.

Tak hanya warga, anak-anak panti asuhan pun ikut melempar kail. Beberapa anak laki-laki tampak antusias mengikuti lomba.

Sedangkan anak-anak perempuan kebanyakan memilih tinggal di asrama karena tidak tertarik memancing. Meski begitu, mereka tetap terhibur dan bersuka cita atas kepedulian masyarakat.

“Mereka juga harus senang. Ini bukan sekadar lomba, tapi cara kami mempertemukan hati,” kata Siswandi.

Kusnan, salah satu peserta dari desa sekitar yang sering mengikuti lomba mancing, tampak sumringah meski belum tentu pulang membawa hadiah.

“Ikut mancing bikin senang. Bisa hiburan, bantu anak panti asuhan juga. Yang penting guyub,” katanya sambil menenteng alat pancing dan pakan.

Lomba mancing ini memang bukan soal siapa dapat ikan terbanyak, tapi tentang kebersamaan dengan tawa, doa, dan semangat berbagi.

Di tengah gemericik air dan terik matahari, ada harapan bersama agar anak-anak panti tumbuh dalam pelukan masyarakat yang peduli. (syafikasaffanah/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #Panti Asuhan Muhammadiyah #lomba memancing