METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Dentuman musik, gemerlap lampu, dan kostum serba unik mewarnai malam akhir pekan di CDC Dupan Square Pekalongan.
Pesta musik bertema “Halloween Party” sukses mengguncang panggung hiburan kota batik itu pada Sabtu malam 25 Oktober 2025 hingga Minggu dini hari 26 Oktober 2025.
Ratusan pengunjung dari berbagai daerah datang memadati arena untuk menikmati penampilan DJ performance yang penuh energi.
Suasana pesta makin semarak dengan dekorasi khas Halloween, mulai dari labu-labu hias, kostum seram nan lucu, hingga tata lampu yang menambah kesan magis di tengah malam.
“Event ini kami kemas untuk memberikan hiburan yang seru dan tematik bagi anak muda Pekalongan. Kami ingin CDC Dupan Square jadi pusat kegiatan kreatif dan gaya hidup malam di kota ini,” ujar Wise Manajer DCD Pekalongan, Selasa 28 Oktober 2025.
Kemeriahan semakin terasa ketika para DJ mulai memainkan lagu-lagu remix populer. Banyak pengunjung yang ikut berdansa dan berswafoto dengan latar dekorasi unik. Tak sedikit pula yang mengabadikan momen tersebut untuk diunggah di media sosial.
Tak berhenti di situ, pihak pengelola CDC Dupan Square telah menyiapkan kejutan berikutnya bagi pencinta musik di Kota Pekalongan.
Pada bulan November mendatang, mereka akan menggelar event lanjutan yang menghadirkan band ThreeSixty, grup musik yang dikenal dengan penampilan panggungnya yang enerjik dan interaktif.
Berbeda dari acara sebelumnya, event ThreeSixty akan diadakan di lokasi lain yang masih berada di kawasan yang sama, yaitu di Redbox Social Café Dupan Square Pekalongan, tempat nongkrong favorit anak muda yang tengah naik daun.
“Kami ingin memberikan variasi hiburan. Setelah sukses dengan pesta DJ bertema Halloween, bulan depan kami hadirkan suasana berbeda lewat penampilan live band ThreeSixty di Redbox Social Café,” ungkap Wise.
Dengan rangkaian acara tersebut, kawasan Dupan Square Pekalongan semakin menegaskan diri sebagai salah satu pusat hiburan malam yang paling dinanti, memadukan konsep musik, gaya hidup, dan komunitas kreatif dalam satu area yang selalu hidup hingga dini hari. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla