METROPEKALONGAN.COM - Alas Roban di Jawa Tengah sudah lama dikenal sebagai salah satu jalur paling angker di Pantura.
Namun, kisah yang satu ini membawa level kengerian yang berbeda. Bukan sekadar penampakan sekilas, melainkan pengalaman masuk ke dalam "warung gaib" yang dijaga oleh makhluk tak kasat mata.
Cerita ini viral setelah dituturkan oleh seorang narasumber bernama Biyan dalam kanal YouTube RJL 5 - Fajar Aditya. Video berjudul "SKIP KALO TAKUT!! CERITA HOROR MUDIK TERSERAM!! 1 BUS MOGOK DI ALAS ROBAN #OMMAMAT" ini mengungkap sisi gelap jalur lama Alas Roban yang dialami Biyan saat perjalanan mudik sekitar tahun 2017.
Gangguan Awal di Dalam Bus
Perjalanan horor ini bermula ketika Biyan melakukan perjalanan dari Jakarta (Ciledug) menuju kampung halamannya di Jepara. Bus yang ia tumpangi tergolong sepi, hanya berisi sekitar enam penumpang.
Saat adzan Maghrib berkumandang, lampu kabin bus dimatikan. Biyan memutuskan untuk melaksanakan sholat sambil duduk.
Ketika sedang posisi rukuk, ia merasakan ada yang meniup telinganya disusul suara tawa kecil.
Puncaknya, saat ia bangkit dari rukuk, ia melihat sosok mengerikan di kursi depannya: kepala manusia dengan posisi terbalik, wajah hancur, hidung hilang, dan mulut bertaring lebar hingga ke telinga. Teriakan histeris Byian membuat seisi bus panik, namun itu hanyalah permulaan.
Terjebak di Jalur Tengkorak Alas Roban
Memasuki kawasan Batang, bus mengalami masalah teknis. Bagian kopling rusak tepat saat menanjak di jalur lama Alas Roban, sebuah rute yang dikelilingi hutan jati lebat dan minim penerangan.
Saat bus sedang diperbaiki oleh kru, Biyan melihat ke arah pinggir jalan. Di kegelapan malam, berdiri lima sosok anak kecil. Namun, penampilan mereka jauh dari kata wajar, tubuh mereka tidak lengkap.
Ada yang kepalanya hanya separuh, ada pula yang kehilangan anggota tubuh lainnya. Mereka menatap tajam ke arah bus.
Bian sempat memperingatkan sopir untuk berdoa, namun awalnya sang sopir tidak percaya hingga akhirnya perbaikan bus memakan waktu berjam-jam.
Tersesat Masuk ke "Warung Jin"
Karena kelaparan menunggu bus yang tak kunjung benar, Biyan bersama satu penumpang lain bernama Pak Wawan memutuskan mencari makanan.
Mereka melihat cahaya lampu kuning remang-remang yang berasal dari sebuah warung yang letaknya agak menjorok masuk ke dalam hutan, jauh dari jalan utama.
Anehnya, warung itu sunyi senyap. Di dalamnya hanya ada seorang ibu yang sedang mencuci piring dan seorang remaja laki-laki. Keduanya membelakangi Biyan dan Pak Wawan.
Setelah menunggu hampir 20 menit tanpa dilayani, Biyan memberanikan diri bertanya. Saat itulah teror sebenarnya terjadi.
Sang Ibu Penjaga Warung, ketika menoleh, wajah ibu tersebut ternyata bermata satu, tanpa hidung, dan memiliki taring panjang. Ia bertanya dalam bahasa Jawa, "Pengen mangan, Mas?" (Mau makan, Mas?), sambil mengelus-elus rambut panjangnya yang menjuntai ke depan.
Remaja laki-laki di sebelahnya ikut berbalik. Tubuhnya tiba-tiba membesar hingga setinggi 2,5 meter, berubah menjadi Genderuwo dengan mata merah menyala.
Pelarian yang Dikejar Pocong Terbang
Sadar nyawa mereka terancam, Biyan dan Pak Wawan mencoba kabur, namun pintu warung tiba-tiba terkunci rapat.
Dengan putus asa, mereka memecahkan kaca jendela menggunakan asbak batu. Pak Wawan bahkan mengalami luka robek di kakinya akibat pecahan kaca tersebut.
Mereka berlari sekuat tenaga kembali ke arah jalan raya. Namun, mereka tidak sendirian. Biyan menuturkan bahwa mereka dikejar oleh rombongan makhluk halus.
Genderuwo dan ibu bermata satu menatap dari kejauhan. Pocong terbang yang melayang dari pohon ke pohon. Kuntilanak. Lima hantu anak kecil yang sebelumnya dilihat di pinggir jalan.
Akhir Perjalanan yang Traumatis
Beruntung, sesampainya di jalan raya, bus sudah mulai berjalan pelan. Mereka melompat masuk dengan napas terengah-engah. Ketika kru bus bertanya apa yang terjadi, Biyan menunjuk ke arah luar.
Di kaca depan bus, terlihat jelas barisan hantu tersebut (Pocong, Kuntilanak, dan 5 anak kecil) sedang menatap tajam ke arah seluruh penumpang di dalam bus. Pemandangan ini disaksikan juga oleh sopir dan kenek.
Tanpa pikir panjang, sopir bus langsung tancap gas. Musik dangdut yang biasanya menemani perjalanan langsung diganti dengan lantunan Sholawat.
Sepanjang sisa perjalanan hingga Jepara, tidak ada satu pun penumpang atau kru yang berani memejamkan mata.
Kisah ini menjadi pengingat bagi siapa saja yang melewati jalur Alas Roban, terutama di malam hari.
Bagi Anda yang penasaran dengan detail cerita lengkap dan ekspresi narasumbernya, Anda bisa menonton video aslinya di kanal YouTube RJL 5 - Fajar Aditya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla