METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Suasana duka menyelimuti kawasan padat penduduk di Gang Gotong Royong, Kelurahan Poncol, Kota Pekalongan.
Setelah seorang ibu rumah tangga berinisial T, 6, tewas mengenaskan diduga akibat penganiayaan yang dilakukan anak kandungnya sendiri, Senin dinihari 11 Mei 2026.
Korban diduga mengalami luka berat di bagian kepala setelah dipukul menggunakan cobek batu oleh anaknya, MSP, 25, di dalam rumah mereka.
Korban diduga mengalami luka berat di bagian kepala setelah dipukul menggunakan cobek batu oleh anaknya, MSP, 25, di dalam rumah mereka.
Peristiwa tragis itu sontak menggemparkan warga sekitar yang selama ini mengenal keluarga tersebut.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, kejadian pertama kali diketahui oleh anak korban lainnya, yang juga kakak pelaku.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, kejadian pertama kali diketahui oleh anak korban lainnya, yang juga kakak pelaku.
Saat itu, sekitar Minggu malam pukul 23.00 WIB, saksi terbangun setelah mendengar suara rintihan dari dalam rumah.
Ketika mendatangi sumber suara, saksi mendapati ibunya sudah tergeletak bersimbah darah dengan luka serius di bagian kepala.
Ketika mendatangi sumber suara, saksi mendapati ibunya sudah tergeletak bersimbah darah dengan luka serius di bagian kepala.
Tak jauh dari tubuh korban, saksi melihat pecahan cobek batu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban.
Sementara pelaku berdiri di dekat korban tanpa menunjukkan ekspresi.
Korban kemudian dievakuasi keluarga bersama warga menuju RS Siti Khotidjah untuk mendapatkan pertolongan medis.
Korban kemudian dievakuasi keluarga bersama warga menuju RS Siti Khotidjah untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun akibat luka berat yang dideritanya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi melalui Kasat Reskrim, AKP Setiyanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pecahan cobek yang ditemukan di sekitar korban.
Berdasarkan informasi awal, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi melalui Kasat Reskrim, AKP Setiyanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pecahan cobek yang ditemukan di sekitar korban.
Berdasarkan informasi awal, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Untuk memastikan kondisi psikologisnya, pelaku kini diamankan dan menjalani observasi medis di RS Djunaid.
“Pelaku sudah diamankan. Saat ini masih dilakukan observasi dan pendalaman lebih lanjut terkait kondisi kejiwaannya,” ujar pihak kepolisian.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang ibu di tangan anak kandungnya sendiri itu.
“Pelaku sudah diamankan. Saat ini masih dilakukan observasi dan pendalaman lebih lanjut terkait kondisi kejiwaannya,” ujar pihak kepolisian.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang ibu di tangan anak kandungnya sendiri itu.
Kasus tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun warga sekitar yang tak menyangka tragedi memilukan itu terjadi di lingkungan mereka.
Warga berbondong-bondong mengucapkan duka cita dan melayat ke keluarga korban.(han)
Editor : Ida Nor Layla Sumber : Metro Pekalongan