METROPEKALONGAN.COM, Tanjungbalai – Dugaan kasus asusila yang menyeret seorang guru Sekolah Dasar berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) bersama suaminya di Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, menjadi perbincangan luas di media sosial.
Informasi yang beredar memicu kemarahan warga hingga ribuan orang dilaporkan memadati lingkungan tempat tinggal terduga pada Rabu (22/7/2026).
Kasus ini pertama kali ramai setelah beredar unggahan di media sosial yang menyebut adanya dugaan keterlibatan seorang guru SD dalam membawa murid laki-lakinya kepada sang suami untuk menjadi korban tindak asusila. Hingga kini, seluruh informasi tersebut masih berupa dugaan yang beredar di media sosial dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh aparat penegak hukum.
Dari sejumlah video yang viral di TikTok maupun Facebook, terlihat warga mulai berdatangan sejak siang hari setelah kabar tersebut menyebar. Kerumunan terus bertambah hingga memenuhi kawasan tempat tinggal terduga.
Situasi yang memanas membuat aparat keamanan turun ke lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pada malam hari, polisi terlihat mengamankan suami terduga untuk dibawa menggunakan kendaraan dinas.
Baca Juga: Perampok Apes Gagal Rampok Toko Emas di Taman Pemalang, Kabur Dipergoki Warga dan Diringkus Polisi
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penyebab Bansos Dicabut, Masyarakat Bisa Verifikasi
Dalam rekaman video yang beredar, terduga tampak keluar dari rumah dengan pengawalan petugas. Sejumlah warga yang geram sempat berusaha mendekati terduga sehingga aparat harus bekerja keras mengendalikan situasi agar proses pengamanan berjalan aman.
Masih pada malam yang sama, seorang perempuan yang disebut dalam unggahan sebagai guru PNS juga terlihat dibawa keluar rumah menuju kendaraan polisi. Proses pengamanan berlangsung di tengah kerumunan warga yang memadati lokasi.
Selain menjadi perhatian masyarakat sekitar, peristiwa tersebut juga disiarkan secara langsung oleh sejumlah akun media sosial sehingga dengan cepat menyebar ke berbagai daerah dan memicu beragam tanggapan dari warganet.
Baca Juga: Labkesda Kota Pekalongan Resmi Jadi Laboratorium Rujukan, Layanan Kesehatan Kini Semakin Lengkap
Berdasarkan informasi yang beredar, anggota keluarga para terduga juga disebut turut terdampak akibat ramainya kasus tersebut. Namun, informasi mengenai pemeriksaan terhadap anggota keluarga maupun kondisi mereka belum memperoleh penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Hingga berita ini ditulis, Kepolisian maupun instansi terkait belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai kronologi kejadian, hasil penyelidikan, status hukum para terduga, maupun penetapan tersangka. Oleh karena itu, seluruh informasi yang beredar masih menunggu hasil penyelidikan dan pernyataan resmi dari aparat penegak hukum.(han/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com