Pelajar SMP Randudongkal Meninggal, Polisi Dalami Dugaan Bullying

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 15:32 WIB
MELAYAT : Nampak warga saat melayat ke rumah duka siswa SMP yang meninggal dunia diduga akibat perundungan di Pemalang.(IST)
MELAYAT : Nampak warga saat melayat ke rumah duka siswa SMP yang meninggal dunia diduga akibat perundungan di Pemalang.(IST)

 

METROPEKALONGAN.COM, Pemalang - Polres Pemalang turun tangan menyelidiki meninggalnya seorang pelajar SMP berinisial AAF (13), warga Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Kasus yang ramai diperbincangkan di media sosial itu diduga berkaitan dengan perundungan, namun hingga kini kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana melalui Kasat Reskrim AKP M. Faizal Wildan Umar mengatakan laporan terkait peristiwa tersebut diterima jajaran Polsek Randudongkal pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Begitu menerima aduan, personel Satreskrim Polres Pemalang bersama anggota Polsek Randudongkal langsung mendatangi rumah duka di Desa Semingkir. Polisi melakukan pengecekan awal sekaligus meminta keterangan dari orang tua korban sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Baca Juga: Perubahan APBD 2026, DPUPR Genjot Drainase dan Jalan

Baca Juga: Walikota  Aaf Kena Mental Imbas OTT, Bikin Dinas Takut Jalankan Proyek

"Begitu menerima aduan, anggota Satreskrim Polres Pemalang bersama Polsek Randudongkal langsung mendatangi rumah duka di Desa Semingkir, untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan awal dari orang tua korban," kata AKP M. Faizal Wildan Umar, Senin (3/8/2026).

Dari hasil keterangan sementara, korban diketahui sempat menjalani perawatan selama satu hari di Rumah Sakit Mardhatillah Randudongkal sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Polisi saat ini masih menunggu hasil rekam medis dari rumah sakit tersebut sebagai bahan pendalaman. Selain itu, Polres Pemalang juga telah berkoordinasi dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah untuk melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Baca Juga: Dinkes Pekalongan Sweeping Balita yang Terlewat Imunisasi

Baca Juga: Anak Petani Babel Lolos AAL, UGM, hingga Beasiswa Australia

"Kami masih menunggu hasil rekam medis dari Rumah Sakit Mardhatillah Randudongkal, di mana korban sempat dirawat selama satu hari sebelum dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.

Kasat Reskrim menegaskan, penyidik juga tengah memeriksa sejumlah saksi serta berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait guna mengungkap fakta di balik meninggalnya pelajar tersebut.

 

"Saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait," katanya.

Ia memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku. Apabila dari hasil penyelidikan ditemukan adanya unsur pidana, kepolisian akan memproses perkara tersebut sesuai ketentuan.

"Kami berkomitmen untuk menangani kasus ini secara profesional. Jika ditemukan unsur pidana, maka akan kami proses sesuai prosedur hukum yang berlaku," tegasnya.

Baca Juga: Sebulan Tinggalkan Rumah Warga Bantarbolang Sudah jadi Mayat di Kebun Tol Pemalang

Sebelumnya, kabar meninggalnya AAF ramai beredar di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut korban diduga mengalami perundungan dan pengeroyokan oleh sesama pelajar. Namun, informasi tersebut masih dalam proses pendalaman oleh kepolisian dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Di rumah duka, suasana haru menyelimuti keluarga dan warga sekitar saat jenazah korban tiba. Sejumlah personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga tampak berada di lokasi untuk membantu pengamanan serta mendampingi keluarga selama proses penanganan berlangsung. Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya korban masih menunggu hasil penyelidikan dan autopsi dari pihak berwenang.(han/dit)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
perundungan Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana smp pelajar Polres Pemalang