Pelaku Pembacokan Pelajar di Semarang Ditangkap, Diduga Kondisi Psikologis Terganggu

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:20 WIB
Kurang dari 24 Jam, Polsek Ngaliyan Ungkap Kasus Pembacokan Pelajar di Jalan Untung Suropati (ist)
Kurang dari 24 Jam, Polsek Ngaliyan Ungkap Kasus Pembacokan Pelajar di Jalan Untung Suropati (ist)

 

METROPEKALONGAN.COM, Semarang- Seorang laki-laki berinisial M.N.H., 34 tahun, warga Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan ditangkap oleh anggota Polsek Ngaliyan Semarang. Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan satu buah senjata tajam jenis celurit dengan gagang dari plat besi.

Kapolsek Ngaliyan Kompol Aliet Alphard menjelaskan,  dalam waktu kurang dari 24 jam pelaku berhasil diamankan, hal tersebut merupakan hasil respons cepat anggota serta penyelidikan yang dilakukan setelah kejadian. Kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam yang menimpa seorang pelajar di Jalan Raya Untung Suropati, Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.  

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Korban berinisial MTP, 16 tahun, seorang pelajar kelas X SMK di Kota Semarang, saat itu sedang dalam perjalanan pulang sekolah menggunakan sepeda motor.

Ketika melintas di Jalan Raya Untung Suropati, sepeda motor korban tiba-tiba mengalami mogok. Saat korban berusaha menghidupkan kembali kendaraannya, seorang laki-laki yang datang dari arah belakang menggunakan sepeda motor tiba-tiba melakukan penyerangan dengan senjata tajam jenis celurit.

Usai diserang, korban berusaha menyelamatkan diri dan meminta pertolongan kepada warga sekitar. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian kepala sebelah kanan dan telah mendapatkan penanganan medis berupa tiga jahitan.

“Begitu menerima laporan, anggota langsung bergerak melakukan penanganan di lokasi dan mengumpulkan informasi dari para saksi. Dari hasil penyelidikan tersebut, keberadaan pelaku berhasil diketahui dan kurang dari 24 jam yang bersangkutan dapat kami amankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kompol Aliet.

Kapolsek menambahkan, berdasarkan keterangan awal yang dihimpun dari pihak keluarga, perangkat RT dan RW, serta pihak kelurahan dan adanya kartu dokumen berobat jalan yang dikeluarkan Rumah Sakit Rehabilitasi Bina Karya Pemalang, terdapat informasi mengenai kondisi psikologis pelaku yang masih perlu didalami dan diverifikasi. Polisi juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan yang tepat sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku.

“Kami tidak hanya melihat perkara ini dari aspek penegakan hukum, tetapi juga memperhatikan keselamatan korban, masyarakat, dan yang bersangkutan. Karena itu, informasi mengenai kondisi pelaku masih kami dalami dan kami koordinasikan dengan pihak terkait agar penanganannya dapat dilakukan secara tepat, profesional, dan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Menurutnya, kepolisian juga akan memastikan proses penanganan terhadap korban tetap menjadi perhatian. Penyidik masih melengkapi keterangan saksi, memeriksa pelaku, mengamankan barang bukti, serta melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian peristiwa. (dit)

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
kriminal semarang pembacokan pelajar pembacokan semarang polsek ngaliyan kota semarang