Jagoan Balap Liar Rambut Merah Menangis, Motor Disita Polisi

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 12:39 WIB
NANGIS : Ekspresi kekecewan salah satu pentolan balap liar di Exit Tol Setono, yang motornya disita Polres Pekalongan Kota, Jumat petang (2/10/2026).(ist)
NANGIS : Ekspresi kekecewan salah satu pentolan balap liar di Exit Tol Setono, yang motornya disita Polres Pekalongan Kota, Jumat petang (2/10/2026).(ist)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Wajah seorang remaja berambut merah mendadak berubah panik di kawasan Exit Tol Setono, Kota Pekalongan, Jumat (2/10/2026) petang. Remaja yang diduga biasa ikut balap liar itu tak menyangka kedatangan polisi membuat motor yang digunakannya untuk trek-trekan harus berakhir diangkut petugas.

Suasana yang semula ramai mendadak berubah ketika belasan hingga puluhan personel gabungan Polres Pekalongan Kota datang melakukan penertiban. Satlantas, Satreskrim dan Satsamapta bergerak menyisir kawasan yang selama ini menjadi salah satu titik rawan balap liar.

Remaja berambut merah itu bahkan belum sempat menyalakan motornya ketika melihat petugas mendekat. Ia mencoba menyelamatkan kendaraan tersebut dengan meminta bantuan temannya untuk mendorong motor menjauh dari lokasi.

Petugas tetap berhasil menghentikannya. Ketika polisi menyampaikan bahwa sepeda motor tersebut akan ditilang dan diamankan, ekspresi remaja itu berubah. Ia tampak terpukul hingga tak kuasa menahan air mata.

Baca Juga: HBN 2026 di Kota Pekalongan, Ada Gunungan Nasi Hingga Senam Bersama

Baca Juga: Polres Pemalang Minta Warga Stop Sebar Hoaks dan Foto Kasus Perundungan

Dengan mata berkaca-kaca, remaja tersebut sempat memohon kepada petugas agar motornya tidak dibawa. Namun, polisi tetap menjalankan penindakan sesuai pelanggaran yang ditemukan.

Aksi remaja itu menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian dalam razia pencegahan balap liar yang digelar Satlantas Polres Pekalongan Kota bersama tim gabungan.

Sedikitnya 40 sepeda motor diamankan dalam kegiatan yang dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Pekalongan Kota AKP Andi Susanto, S.H., M.H.

Puluhan kendaraan tersebut ditemukan melakukan berbagai pelanggaran. Di antaranya menggunakan knalpot brong, tidak memenuhi kelengkapan keselamatan berkendara, hingga pengendara yang tidak dapat menunjukkan STNK.

Polisi kemudian memberikan tindakan sesuai jenis pelanggaran. Sebagian pengendara dikenai tilang, sementara pelanggaran tertentu diberikan teguran tertulis.

TILANG : Sejumlah remaja yang balap liar di Exit Tol Setono, motornya ditilang di tempat oleh Satlantas Polres Pekalongan Kota, Jumat petang (2/10/2026).(ist)
TILANG : Sejumlah remaja yang balap liar di Exit Tol Setono, motornya ditilang di tempat oleh Satlantas Polres Pekalongan Kota, Jumat petang (2/10/2026).(ist)

“Ini merupakan kegiatan rutin yang kami laksanakan untuk mengantisipasi dan mencegah adanya balap liar di jalan raya, khususnya di kawasan Exit Tol Setono,” ujar AKP Andi Susanto.

Menurutnya, penertiban tersebut dilakukan bukan semata-mata untuk membubarkan kerumunan anak muda. Polisi ingin mencegah aksi trek-trekan yang dapat berujung kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Yang kami antisipasi adalah adanya pelanggaran balap liar yang dapat membahayakan pengguna jalan lain yang melintas menuju ke arah Kota Pekalongan,” katanya.

Exit Tol Setono selama ini menjadi perhatian karena kerap digunakan sebagai lokasi berkumpulnya anak muda dan diduga menjadi arena balap liar. Aktivitas tersebut juga telah beberapa kali mendapat keluhan masyarakat.

Baca Juga: Fajar Randi, dari Panggung Musik ke Dunia Pemilu

Baca Juga: Enam Batik Jepara Kini Dipajang di Museum Pekalongan

Ketika polisi datang, sejumlah pemuda langsung berhamburan meninggalkan lokasi. Ada pula yang meninggalkan sepeda motornya sebelum petugas melakukan pemeriksaan.

Jalur yang seharusnya digunakan sebagai akses lalu lintas itu pun kembali menjadi perhatian karena aktivitas trek-trekan berpotensi mengganggu pengguna jalan.

Hadi, salah seorang warga Kota Pekalongan, mengapresiasi langkah polisi melakukan patroli dan penertiban di kawasan tersebut. Menurutnya, aksi balap liar tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membawa risiko bagi pengendara lain yang kebetulan melintas.

“Saya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan polisi. Balap liar seperti ini sangat mengganggu dan juga membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujar Hadi.

Ia berharap penertiban tidak hanya dilakukan sesekali. Patroli secara rutin dinilai diperlukan agar Exit Tol Setono tidak kembali menjadi tempat trek-trekan.

“Harapannya kegiatan seperti ini sering dilakukan, supaya tidak ada lagi balap liar di sini dan masyarakat yang melintas juga merasa lebih aman,” katanya.

Baca Juga: Pemkot Pekalongan Dorong Pembatik Kantongi Sertifikasi

Baca Juga: Bukan Sekadar Administrator, Kepala SD Kini Jadi Pemimpin Pembelajaran

Bagi polisi, penindakan terhadap kendaraan bermasalah juga menjadi bagian dari upaya menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

AKP Andi Susanto mengingatkan anak muda agar tidak menjadikan jalan umum sebagai arena adu kecepatan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keselamatan dalam berkendara. Jangan melakukan balap liar atau trek-trekan di jalan umum karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Polres Pekalongan Kota memastikan patroli akan terus dilakukan di sejumlah titik yang dianggap rawan balap liar. Polisi juga mengajak orang tua ikut mengawasi aktivitas anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam kegiatan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Di Exit Tol Setono sore itu, sebagian remaja mungkin hanya pulang dengan teguran. Namun bagi si jagoan berambut merah, razia tersebut meninggalkan cerita berbeda: motornya yang digunakan untuk balap liar harus diamankan polisi, sementara air mata sempat jatuh ketika harapannya agar kendaraan itu tidak dibawa petugas akhirnya kandas.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
razia balap liar Balap liar Pekalongan Motor disita polisi Polres Pekalongan Kota Exit Tol Setono