METROPEKALONGAN.COM, Demak – Kematian misterius seorang pria di tepi Jalan Pantura Kudus–Demak, Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, menyisakan tanda tanya. Tubuh pria yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan penuh luka. Sebelum meninggal, korban disebut-sebut dituduh mencuri aki.
Polres Demak kini menyelidiki kematian pria yang diperkirakan berusia 25 tahun tersebut. Polisi belum menyimpulkan penyebab kematian maupun keterlibatan pihak lain. Jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk menjalani autopsi.
Sejumlah luka ditemukan pada tubuh korban. Di antaranya pada pelipis kanan, kening, kedua mata, pipi kanan, dan mulut. Polisi juga menemukan luka lecet pada jari-jari kaki korban.
Kasatreskrim Polres Demak AKP Arlan Budi Kusuma mengatakan, hasil autopsi menjadi salah satu kunci untuk mengungkap penyebab kematian korban. Penyidik juga mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lokasi kejadian.
“Jenazah korban saat ini masih menjalani autopsi di RS Bhayangkara Semarang. Kami menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematian korban,” kata Arlan di Mapolres Demak, Rabu (14/10).
Peristiwa itu diketahui pada Selasa (13/10) sekitar pukul 22.00. Berdasarkan keterangan awal saksi, kejadian bermula ketika seorang saksi sedang berada di warung makan dekat lokasi. Dia mendengar teriakan seorang pengemudi yang menyebut adanya perkelahian.
Saksi kemudian keluar untuk melihat kejadian tersebut. Namun, saat didekati, sejumlah orang di lokasi justru meninggalkan tempat kejadian. Mereka disebut meneriakkan tuduhan bahwa korban mencuri aki.
Saksi selanjutnya menghubungi Polsek Wonosalam. Petugas bersama tim terkait mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Keterangan saksi lain turut mengarah pada sebuah sepeda motor Honda Vario merah yang diduga digunakan sejumlah orang saat meninggalkan lokasi. Informasi itu kini didalami penyidik untuk menelusuri pihak-pihak yang berada di tempat kejadian.
Petugas PSC 119 Kabupaten Demak yang tiba di lokasi menyatakan korban telah meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Arlan menegaskan, polisi belum memastikan apakah tuduhan pencurian aki berkaitan dengan kematian korban. Penyidik masih menelusuri rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya tindak kekerasan sebelum korban ditemukan tewas.
“Kami telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut. Identitas korban, motif, serta pihak yang bertanggung jawab masih kami dalami,” jelasnya.
Polisi meminta masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut untuk memberikan informasi guna membantu pengungkapan perkara. Penyidik menegaskan penanganan kasus akan mengacu pada fakta dan alat bukti, termasuk hasil autopsi.
“Kami masih mendalami seluruh keterangan saksi serta menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban,” tandasnya. (hib)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto