KAJEN, METROPEKALONGAN.COM-Tawuran antarpelajar SMA Negeri 1 Paninggaran versus SMK Ma'arif NU Kajen beberapa waktu lalu akhirnya berujung damai.
Pelajar yang terlibat telah dipanggil ke kantor Polsek Kajen. Mereka diminta sepakat berdamai. Baik di dunia nyata maupun maya.
Tawuran kedua sekolah ini terjadi pada Rabu (29/11/2023) lalu di daerah Karetan, Desa Sabarwangi hingga sekitaran pom bensin Gandarum, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.
Video amatir peristiwa ini sempat viral di media sosial. Polisi juga menemukan senjata tajam berupa celurit hingga sepeda motor milik pelajar, usai kejadian.
Menurut Kapolsek Kajen Iptu Turkhan, itu terjadi usai kedua sekolah bertanding dalam turnamen futsal di Kecamatan Kesesi.
Pertandingan yang dimenangkan SMAN 1 Paninggaran itu awalnya berakhir tanpa ada gejolak. Namun kedua sekolah ternyata saling mengejek dan adu tantang lewat media sosial. Dari situ kemudian mereka bertemu di daerah Karetan, Kajen.
"Sempat ada kontak fisik. Salah satu motor ada yang ditendang, kemudian jatuh, dan kuncinya diambil. Motor itu yang kami temukan," jelas Turkhan.
Beruntung tawuran itu tidak memakan korban. Warga setempat datang ramai-ramai dan berhasil menghalau tawuran itu.
Kedua belah pihak akhirnya dimediasi oleh Polsek Kajen, Senin (4/12/2023). Pantauan Jawa Pos Metro Pekalongan, mediasi ini menghadirkan 31 pelajar yang terlibat.
Kepala kedua sekolah dan sejumlah orang tua pelajar juga dihadirkan.
Di kantor Polsek Kajen, pelajar kedua sekolah awalnya masih tampak tegang dan tidak saling menyapa. Sampai akhirnya Kanit Reskrim Polsek Kajen Bripka Sigit Suharyadi meminta mereka berbaris menjadi satu.
Para pelajar ini kemudian diberi pembinaan dari polisi dan kedua kepala sekolah. Mereka lalu diminta saling bersalaman dan bersepakat tidak lagi bersitegang, baik di dunia nyata maupun maya. Mereka juga bersalaman kepada kepala sekolah masing-masing dan orang tua. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla