Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Fakta-fakta Dibalik Pembunuhan Saudagar di Pemalang

Lutfi Hanafi • Kamis, 7 Desember 2023 | 16:20 WIB
BARANG BUKTI - Wakapolres Pemalang, Kompol Gunawan Wibisono tunjukan abrang bukti berupa baju berlumuran darah milik korban pembununha di Pemalang.
BARANG BUKTI - Wakapolres Pemalang, Kompol Gunawan Wibisono tunjukan abrang bukti berupa baju berlumuran darah milik korban pembununha di Pemalang.

PEMALANG, METROPEKALONGAN.COM–H Muhammad Aldar, 60, yang ditemukan tewas bersimbah darah di kamar rumahnya Selasa (28/11/2023) lalu, dikenal sebagai saudagar. Warga Perumahan Puri Asri Comal Kabupaten Pemalang ini memiliki toko grosir mainan anak-anak dan toko sembako. Korban Aldar menghuni satu rumah seorang diri, sedangkan tiga rumah lainnya dikontrakkan.

Ini beberapa fakta yang dikumpulkan metropekalongan.com di lapangan,

1) Pelaku pembunuhan, AN, 22, adalah tetangga korban di Perumahan Puri Asri, Comal. Rumahnya cukup dekat dengan korban. Pelaku juga akrab dengan anak korban dan kerap bermain bersama. Pelaku mengaku diperintah anak korban untuk membunuh bapaknya.

2) Pelaku AN menerima order membunuh, karena sedang terilit utang pada seseorang. Utangnya semakin menumpuk karena kecanduan judi online slot. Sehingga uangnya habis untuk berjudi. Bayaran yang menggiurkan, sebesar Rp 10 juta dan uang jarahan membuat pelaku nekat.

3) Barang bukti utama, yakni pisau, kaos tangan, dan buft (masker penutup muka) dibuang pelaku AN di Sungai Comal. Sebelumnya ketiga barang tersebut disimpan di tas plastik usai membunuh korban. Kemudian disembuyikan di genteng korban. Setelah polisi melakukan olah TKP, pelaku mengambil dan membuangnya ke sungai.

4) Saat dilakukan evakuasi mayat dan polisi melakukan identifikasi pembunuhan di rumah korban, pelaku dengan santai datang menyaksikan. Tanpa perasaan bersalah. Bahkan dengan tenang turut mengawasi anggota polisi yang melakukan olah TKP.

5) Korban kakek Haldar hidup sendirian. Anak dan istrinya tinggal di rumah berbeda, namun masih satu kecamatan.

6) Anak kedua korban B yang pertama datang ke rumah korban. Karena tidak ada tanda-tanda bapaknya bangun, kemudian menghubungi Pakdenya atau kakak korban, Muhammad Nasir, 70. Sebab korban biasanya melakukan salat Subuh berjamaah. Saat dicari di kamar korban, Nasir melihat korban dalam kondisi tertelungkup. Saat ditarik, tubuhnya bersimbah darah. Nasir pun menyelidiki kondisi sekitar, ternyata di lantai dan dinding kamar juga banyak ceceran darah. Polisi pun mengevakuasi jenazah korban ke RSU M Azhari Pemalang setelah melakukan olah TKP. Jenazah korban juga dilakukan autopsi.

7) Dari pantuan di sosial media, ada keanehan warganet dalam pada kasus pembunuhan kali ini. Sebagian warganet justru mengaku bersyukur, Kakek Haldar meninggal. Karena semasa hidupnya sering menyusahkan orang lain. Sering melakukan bisnis yang merugikan. Selain itu, pengakuan banyak warga sekitar, korban semasa hidupnya sangat pelit dan wataknya keras dengan tetangga sekitarnya. Banyak yang kurang suka dengan tabiatnya. (han/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#pemalang #Satreskrim #Comal #polres #pembunuhan #polisi