Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Jika Gagal Cairkan Dana Nasabah Lagi, Pengurus BMT Nurussa'adah Diancam Dilaporkan ke Polisi

Lutfi Hanafi • Kamis, 2 Mei 2024 | 02:00 WIB

DEMO TUNTUT PENCAIRAN DANA: Belasan nasabah BMT Nurussa
DEMO TUNTUT PENCAIRAN DANA: Belasan nasabah BMT Nurussa

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Belasan nasabah BMT Nurussa'adah Tirto Pekalongan, kembali melakukan demo kepada pengurus.

Nasabah yang sebagian besar emak-emak ini, selain menuntut dana depositonya dikembalikan, juga memprotes tindakan sepihak pengurus yang memperpanjang masa jatuh tempo simpanan deposito tanpa melalui kesepakatan.

"Kami protes terkait simpanan deposito, tiba-tiba diperpanjang otomatis tanpa persetujuan pemilik," kata Istikharoh salah satu nasabah BMT Nurussa'adah Pekalongan, Selasa 30 April 2024.

Untuk itu, dirinya bersama nasabah lain mengajukan keberatan kepada pihak pengurus BMT Nurussa'adah. Serta meminta agar simpanan deposito miliknya sebesar Rp 21 juta bisa dicairkan. Karena sesuai perjanjian, sudah jatuh tempo pada 11 April 2024 atau pada saat lebaran kemarin.

Pada pertemuan sebelumnya 19 April 2024, pengurus BMT Nurussa'adah berjanji mau mencairkan dana tabungan, maupun simpanan deposito milik nasabah. Namun gagal. Dan dijanjikan lagi, nanti pada 3 Mei 2024.

Namun tiba-tiba, pengurus BMT Nurussa'adah menginformasikan deposito miliknya sudah diperpanjang jangkanya menjadi tiga bulan ke depan.

"Saya sangat kecewa perpanjangan deposito dilakukan sepihak. Saya tidak diminta tanda tangan, tapi kok tiba-tiba saja diperpanjang. Padahal saya butuh uangnya dan tidak mau diperpanjang," kesalnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan Musriyah, 62, dan Nurjanah, 50, nasabah tabungan harian di BMT Nurussa'adah. Mereka semakin takut dan was-was. Karena pihak pengurus hanya memprioritaskan tabungan Hari Raya Idul Fitri saja.

"Infonya pencairan 3 Mei 2024, hanya tabungan Idul Fitri saja yang akan diberikan. Untuk itu, kami datang mempertanyakan nasib uang kami,” serunya.

Sebab, kedua nasabah warga Desa Samborejo tersebut mengaku, sudah menabung sejak tiga tahun lalu dan besaran uang yang tersimpan di BMT Nurussa'adah pun lumayan besar. Masing-masing Rp 3 juta dan Rp 10 juta.

Karena itulah, pihaknya meminta pendampingan dari LBH Adhyaksa.

Sementara itu, Ketua BMT Nurussa'adah Agus Isnanto berjanji akan berusaha sesuai perjanjian pada 3 Mei 2024 diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan.

Pihaknya juga merencanakan berbagai cara untuk mengumpulkan dana buat nasabahnya. Mulai dari memaksimalkan penagihan piutang kepada debitur yang menunggak, pengajuan dana talangan pihak ketiga, dan yang terakhir melakukan penjualan aset.

"Kami upayakan ketiga cara tersebut. Insya Allah ini untuk memenuhi kewajiban kepada nasabah,” ucapnya di hadapan tim kuasa hukum nasabah Didik Pramono selaku direktur LBH Adhyaksa.

Agus menyebutkan total kebutuhan dana untuk menyelesaikan pembayaran nasabah tabungan Idul Fitri sebesar Rp 1,2 miliar. Nilai ini, total di tiga kantor pelayanan BMT Nurussa'adah di Samborejo, Sapugarut, dan Karanganyar.

Agus membeberkan, jumlah piutang yang belum tertagih sebesar Rp 12 miliar dan nilai aset yang dimiliki BMT Nurussa'adah mencapai Rp 3 miliar lebih. Ini karena sudah beroperasional selama 25 tahun.

"Mudah-mudahan setelah proses pembayaran kepada nasabah pada 3 Mei 2024 nanti, operasional BMT Nurussa'adah berlangsung normal,” harapnya.

Kembali ditegaskan Direktur LBH Adhyaksa Didik Pramono yang menjadi kuasa hukum 30 lebih nasabah BMT Nurussa'adah, bila nantinya pengembalian dana nasabah pada 3 Mei 2024 kembali gagal atau tidak sesuai, pihaknya tidak segan untuk melaporkan pengurus ke polisi.

"Kami tunggu nanti. Kalau janjinya meleset lagi atau tidak sesuai, maka kasus ini akan berlanjut ke ranah hukum," tegasnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#bmt #nasabah #dana #polisi