Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pergi Dijemput Teman pada Malam Takbiran, Ganesha Ditemukan Tewas di Kali Sambong Kabupaten Batang

Riyan Fadli • Kamis, 20 Juni 2024 | 16:18 WIB

EVAKUASI: Proses evakuasi penemuan mayat di Kali Sambong. (istimewa)
EVAKUASI: Proses evakuasi penemuan mayat di Kali Sambong. (istimewa)

 

METROPEKALONGAN.COM, Batang - Penemuan mayat tak dikenal di Kali Sambong mengegerkan warga Kabupaten Batang, Rabu pagi 19 Juni 2024.

Belakangan, korban diketahui bernama Mohammad Ganesha, 18, warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Batang.

Penemuan mayat itu menyebabkan jalur Pantura di Batang Kota sempat tersendat. Ratusan pengendara memilih menepi untuk melihatnya.

Kondisi mayat sudah kaku. Evakuasi pun dilakukan tim gabungan Polres Batang, Polairud, hingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang dengan cepat. Jenazah dibawa ke ruang pemulasaraan jenazah RSUD Batang.

"Ya pagi hari ini Rabu 19 Juni 2024 sekitar pukul 06.30, kami mendapatkan informasi dari masyarakat adanya mayat yang di Sungai sSambong," kata Kasatreskrim Polres Batang AKP Imam Muhtadi di ruang pemulasaraan jenazah RSUD Kalisari Batang.

Imam menyebutkan, hasil pemeriksaan sementara tidak ada luka-luka. Namun, pihaknya masih menunggu hasil otopsi Bidokkes Polda Jateng.

Informasi yang beredar, korban masuk dalam rombongan tawuran pelajar pada malam Idul Adha.

"Selanjutnya kami akan mencari sebab kematiannya," jelasnya.

Sementara itu, Candra Haryono, 43, orang tua korban menjelaskan, anaknya pergi dari rumah pada malam takbiran Idul Adha, Minggu 16 Juni 2024.

Ganesha tinggal bersama neneknya. Malam itu ia dijemput temannya yang berinisial F. Hingga saat itu, Ganesha tidak pulang ke rumah, hingga ditemukan tewas mengambang di Kali Sambong.

"Pas malam takbiran (keluar rumah). Malam Senin, jam berapanya kurang jelas. Dijemput teman, namanya F. Temannya itu yang njemput, orang kampung banyak yang lihat, dia yang jemput. Setelah kejadian itu, F di kampung juga gak ada, belum pulang," ujarnya saat ditemui di ruang pemulasaraan jenazah RSUD Kalisari Batang.

Pria yang berdomisili di Pekalongan itu mengatakan, anaknya dan teman yang menjemputnya tak pulang setelah pergi pada malam takbiran.

Ia pun berharap, kasus kematian anaknya itu bisa segera terungkap.

"Harapan keluarga biar terungkap siapa pelaku di balik semua ini. Perbuatan apa dan siapa, nanti bisa terungkap. Saat ini biar otopsi berjalan. Siapapun teman dekat dia, berapa orang yang terlibat harus diungkap," tandasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#mayat #Sambong #batang