Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Residivis Kembali Beraksi, Sialnya Tabrak Truk hingga Ditangkap Warga di Jalur Pantura Batang

Lutfi Hanafi • Kamis, 3 Oktober 2024 | 06:32 WIB

 

Photo
Photo

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Seorang residivis kambuhan asal Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, berinisial IN kembali berulah.

Kali ini dengan melakukan aksi penjambretan di Jalan Raya Pantura, Desa Penundan, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, pada Selasa 1 Oktober 2024 sekitar pukul 09.00 WIB.

Korbannya kali ini adalah Sukarti, warga Desa Kalibalik, Kecamatan Banyuputih, yang tengah berboncengan dengan suami dan anaknya yang berusia 4 tahun.

Saat melintas di depan SPBU Timbang, pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi B 4969 NEG ini, tiba-tiba memepet korban dan merebut tas berisi uang serta handphone milik Sukarti.

Tak tinggal diam, Sukarti langsung berteriak meminta tolong sambil berusaha mengejar pelaku.

Namun, aksi pelarian IN tak berlangsung lama. Saat melarikan diri, ia menabrak bak truk hingga terjatuh.

Sukarti dengan sigap, berhasil merebut kembali tasnya. Bahkan dengan cepat mencabut kunci kontak sepeda motor pelaku, sehingga pelaku tidak dapat melarikan diri lebih jauh lagi.

Warga yang melihat kejadian itu, segera berkumpul dan menangkap pelaku, kemudian menghubungi pihak kepolisian.

Menurut keterangan Sukarti, ia sudah merasa diikuti sejak berangkat dari rumah. "Untung saja saya tidak jatuh. Saya merasa sudah dibuntuti dari awal," tuturnya dengan nada gemetar.

IN sempat meminta maaf kepada korban dan memohon agar tidak dilaporkan kepada polisi, dengan alasan bahwa istrinya tengah hamil dan ia tidak memiliki uang untuk membeli beras.

Namun, pengakuan pelaku yang mengaku tidak sengaja menjambret karena tas korban tersangkut di spion motor saat hendak menyalip, justru membuat warga semakin geram.

Beruntung, Aipda Herman dari Pos Luwes segera tiba di lokasi dan mencegah warga bertindak anarkis.

Pelaku yang mengalami luka lecet di lengan kemudian dibawa bersama korban ke Polsek Limpung untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Selanjutnya, IN diserahkan kepada pihak Polres Batang untuk diproses lebih lanjut.

Di kalangan masyarakat, perilaku IN dinilai sudah kelewat batas. Beberapa waktu lalu, ia juga tertangkap di Weleri dan dihakimi massa hingga babak belur.

Setelah keluar dari tahanan, kelakuannya justru semakin menjadi-jadi. Banyak laporan penjambretan yang mengarah pada IN, yang kerap beraksi tanpa mengenakan helm, sehingga mudah dikenali.

Bahkan, ia tak segan melakukan aksinya di siang hari secara terang-terangan. Maka dengan tertangkapnya kembali IN, masyarakat berharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal agar tidak lagi meresahkan warga. (*/han)

Editor : Ida Nor Layla
#jambret #pantura #residivis #Kabupaten Batang