METROPEKALONGAN.COM, Batang - Kecelakaan tragis merenggut nyawa seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) terjadi di Jalan Desa Krengseng, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Senin 21 Oktober 2024 sekitar pukul 07.30 WIB.
Korban adalah ZS, 15, warga Desa Sidorejo, yang masih duduk di kelas IX MTs. Kecelakaan ini melibatkan sepeda motor Honda Beat G-5009-V yang dikendarai ZS dan mobil L300 bak terbuka G-8477-EZ yang dikemudikan oleh Ahmad Mahendra, 23 tahun, warga Desa Ketanggan.
Peristiwa naas ini terjadi ketika ZS melaju dari arah utara dengan sepeda motor dan berusaha mendahului kendaraan lain di tikungan dengan kecepatan tinggi.
Di saat yang sama, mobil L300 yang dikemudikan Ahmad Mahendra melaju dari arah berlawanan tanpa muatan. Karena kurang perhitungan, sepeda motor ZS menghantam mobil tersebut.
"Saya lihat sepeda motor di lajur kanan dan melaju tak terkendali. Saya banting setir, separuh mobil sudah turun ke bahu jalan. Tapi motor itu justru semakin mendekat dan akhirnya menabrak mobil saya," ungkap Mahendra.
Benturan keras membuat bagian depan mobil penyok dan kaca pecah. Sepeda motor ZS jatuh ke selokan, sementara ZS sendiri terlempar ke sawah dengan kepala terbenam lumpur.
Mahendra, dibantu oleh warga sekitar, segera menolong korban dan membawanya ke RSI Weleri. Namun, sebelum sempat mendapat pertolongan medis, ZS dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala.
Kecelakaan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan teman-teman sekolah ZS. Remaja yang dikenal pendiam dan berprestasi ini setiap hari pergi ke sekolah dengan sepeda motor karena jarak rumahnya yang cukup jauh. Pagi itu, ZS diduga tergesa-gesa berangkat karena terlambat, hingga menyebabkan kecelakaan.
Yang membuat kepergiannya semakin menyayat hati, rencananya pada Selasa pagi 22 Oktober 2024, ZS dijadwalkan membacakan ikrar di upacara Hari Santri di sekolahnya.
"Besok pagi rencananya ZS akan membacakan ikrar di upacara Hari Santri, tapi ternyata hari ini meninggal. ZS anak yang baik dan rajin," ujar salah satu teman sekolah ZS dengan penuh haru.
Jenazah ZS dimakamkan pada siang hari dengan diiringi isak tangis dari teman-teman sekolah, guru-guru, dan keluarga.
Kepergian mendadak ZS ini tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan sekolah yang merasa kehilangan sosok anak berprestasi dan penuh semangat.(han/ida)
Editor : Ida Nor Layla