METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kasus kekerasan di lingkungan sekolah kembali terjadi di Kota Pekalongan.
Kasus ini berawal dari candaan antarsiswa yang berujung pada kekerasan fisik dengan korban salah satu orang tua siswa.
Korban adalah Jason alias Setianto, 55, warga Kelurahan Sapuro Kebulen, Kecamatan Pekalongan Timur.
Wali murid di sebuah Sekolah Dasar (SD) swasta di Pekalongan Timur ini mengaku dipukuli oleh ayah dari teman sekelas anaknya. Insiden ini terjadi saat ia menjemput anaknya di sekolah.
"Kejadiannya di depan sekolah. Saat itu saya bersama istri menjemput anak, tiba-tiba kami dihadang pelaku yang tanpa banyak bicara langsung memukul," kata Jason usai dimintai keterangan oleh polisi Rabu (13/11/2024).
Jason mengatakan, ia tidak dapat melawan karena tubuhnya dipegang erat oleh satpam sekolah.
Hal ini membuat pelaku bisa memukulnya tanpa hambatan.
Ia menyayangkan mengapa satpam sekolah justru menahan tubuhnya, sehingga pelaku leluasa melakukan pemukulan.
“Saat saya dipukul, satpam malah memegang erat tubuh saya. Akibatnya, saya tidak bisa bergerak dan mengalami luka-luka cukup parah,” tambahnya.
Aksi kekerasan tersebut disaksikan oleh banyak orang tua siswa yang sedang menjemput anak-anak mereka.
Bahkan menjadi tontonan siswa lainnya. Setelah pelaku puas memukul, ia meninggalkan tempat sambil mengancam korban.
Jason kemudian menjalani visum dan melaporkan kasus ini ke polisi.
“Tidak hanya saya yang trauma, anak perempuan saya juga mengalami trauma dan enggan berangkat ke sekolah. Saya mengalami bibir pecah, gigi goyah, dada nyeri, dan badan sakit semua,” ujar Jason.
Kejadian ini berawal dari permainan anak-anak yang saling menyiram air saat jam istirahat.
Namun, pelaku menuduh Jason yang telah menyiram anaknya tanpa mencari tahu kebenarannya. Justru langsung melampiaskan amarahnya.
Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Yoyok Agus Waluyo, mengonfirmasi laporan tersebut sudah diterima.
“Hari ini, istri korban juga telah dimintai keterangan sebagai saksi. Kasus ini tetap kami proses dan telah melalui tahap pemeriksaan,” ujar AKP Yoyok.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan menyampaikan, pihaknya sudah melakukan penelusuran ke sekolah terkait.
Namun, karena kasus ini sudah berada di ranah penegak hukum, Dindik tetap menghormati proses hukum yang berjalan.
“Jika insiden ini berdampak pada pembelajaran korban, pihak sekolah siap memberikan layanan konseling melalui LAKONDIK di Dinas Pendidikan,” terangnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla