Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Warga Pekalongan dan Pemalang Jadi Korban Penipuan Jual Beli Mobil, Libatkan Oknum Kesatuan di Kota Semarang

Lutfi Hanafi • Jumat, 6 Desember 2024 | 19:55 WIB
MOBIL YANG DITRAKSAKSIKAN – Penampakan mobil sedan Ciaz yang ditraksaksikan, namun diklaim bermasalah oleh oknum kesatuan.
MOBIL YANG DITRAKSAKSIKAN – Penampakan mobil sedan Ciaz yang ditraksaksikan, namun diklaim bermasalah oleh oknum kesatuan.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Dua orang mengaku menjadi korban dugaan penipuan dalam transaksi jual beli mobil di sebuah markas kesatuan di Semarang. Masing-masing korban berasal dari Kota Pekalongan dan Pemalang.  

Kedua korban berperan sebagai perantara dalam transaksi pembelian satu unit sedan Ciaz tahun 2015 dari pemilik mobil kepada oknum yang diduga anggota kesatuan.

Namun, mobil yang seharusnya ditransaksikan tersebut justru disita oleh oknum kesatuan tanpa ada pembayaran.

Menurut keterangan korban, Puji Yuniarto, 44, kejadian bermula ketika mereka diberitahu oleh seorang teman dari Pekalongan bahwa ada anggota kesatuan yang bermarkas di Semarang berminat membeli mobil dan meminta unit diantar ke lokasi.

Sebagai perantara, mereka dijanjikan biaya antar sebesar Rp 500 ribu, yang nantinya akan dipotong dari hasil penjualan mobil.

Setelah menerima uang untuk biaya pengantaran, keduanya berangkat menuju lokasi markas kesatuan.

“Setiba di lokasi, kami diajak masuk melewati pos penjaga hingga ke dalam kompleks kesatuan. Di titik yang sudah ditentukan, ada oknum lain yang menunggu untuk melakukan pengecekan mobil,” ungkap Puji pada Rabu 4 Desember 2024.

Pengecekan mobil dilakukan mulai dari pemeriksaan fisik hingga menggunakan aplikasi untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait kondisi mobil.

Namun, hasil pemeriksaan tersebut membuat para oknum mengklaim bahwa mobil itu bermasalah.

Padahal, menurut Puji, sejak awal sudah dijelaskan bahwa mobil tersebut sebelumnya merupakan milik perusahaan dengan bukti surat pelepasan yang sah.

“Kami berusaha menjelaskan lebih jauh, tetapi tidak diberi kesempatan. Kami justru ditinggalkan begitu saja, sementara unit mobil dibawa pergi,” ujarnya dengan nada pasrah.

Sebelum membawa mobil keluar dari lokasi, salah satu oknum sempat berpesan agar pemilik mobil datang langsung menemui mereka untuk menyelesaikan urusan. Akibatnya, Puji dan rekannya pulang dengan tangan hampa.

“Tugas saya hanya mengantarkan mobil. Jika memang tidak jadi membeli, seharusnya mobil bisa dibawa pulang, bukan malah disita seperti ini. Saya hanya ingin mobil tersebut kembali,” tegas Puji.

Saat mencoba melaporkan kejadian ini ke pos penjagaan markas kesatuan tersebut, keduanya diminta menuliskan kronologi secara lengkap untuk dilaporkan kepada pimpinan.

Namun, ketika menanyakan keberadaan mobil, petugas jaga mengaku tidak mengetahui apapun dan bahkan tidak mengenali oknum yang dimaksud. Akhirnya, dengan berat hati, mereka kembali ke Pekalongan menggunakan bus.

Dari informasi yang diperoleh Puji, tempat tersebut diduga sering dijadikan lokasi transaksi serupa oleh oknum yang sama.

Tidak hanya mobil, kendaraan berat seperti truk juga dilaporkan pernah menjadi sasaran modus penipuan ini.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak kesatuan terkait dugaan penipuan ini.

Korban berharap agar kasus ini dapat segera ditindaklanjuti, dan mobil yang ditahan dapat dikembalikan kepada pemiliknya. (han)

Editor : Ida Nor Layla
#oknum #disita #penipuan mobil #pekalongan #kesatuan #semarang