Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pencari Belut Temukan Mayat Perempuan di Sungai Sipin, Ternyata Sosok Ini

Lutfi Hanafi • Jumat, 21 Maret 2025 | 21:01 WIB
EVAKUASI - Tim gabungan dari warga, aparat kepolisian, dan personel Koramil 03 Gringsing, saat evakuasi penemuan mayat, pada Rabu malam (18/3/2025).
EVAKUASI - Tim gabungan dari warga, aparat kepolisian, dan personel Koramil 03 Gringsing, saat evakuasi penemuan mayat, pada Rabu malam (18/3/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Warga Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, digegerkan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas yang mengambang di Kali Sipin pada Rabu malam 19 Maret 2025 sekitar pukul 20.30 WIB.

Jasad tersebut ditemukan dalam kondisi tengkurap, dengan beberapa barang di sekitarnya, seperti tas kresek hitam, kerudung biru, dan sandal jepit kuning.

Jasad perempuan itu pertama kali ditemukan oleh Subali, 55, seorang warga setempat yang sedang mencari belut di sekitar sungai.

Awalnya ia mengira, benda yang dilihatnya hanyalah tumpukan sampah kain. Namun, setelah diperhatikan lebih dekat dengan senter, ia melihat ada tangan yang menjuntai.

Sontak, Subali merasa ketakutan dan langsung berlari pulang untuk memberi tahu warga lain. 

“Saya tahunya itu tumpukan sampah kain. Setelah saya perhatikan dengan lampu senter ternyata ada tangan,” ujar Subali.

Penemuan mayat tersebut segera menarik perhatian warga sekitar. Salah satu warga mengenali ciri-ciri jasad yang sempat viral di media sosial beberapa hari sebelumnya.

Korban kemudian diidentifikasi sebagai Sumiah, 70, warga Sambongsari, Weleri, Kabupaten Batang, yang dikabarkan hilang sejak Minggu 16 Maret 2025.

 

FOTO KORBAN - Penampakan korban jatuh di sungai Sumiah (70), warga Sambongsari, Weleri semasa hidup.
FOTO KORBAN - Penampakan korban jatuh di sungai Sumiah (70), warga Sambongsari, Weleri semasa hidup.

Keluarga korban yang dihubungi segera datang ke lokasi untuk memastikan.

Menantu korban, Santo, mengenali jasad tersebut sebagai mertuanya. Ia menjelaskan bahwa mertuanya sudah pikun dan sering pergi dari rumah tanpa tujuan yang jelas.

“Keluarga sudah mencari ke mana-mana tapi tidak ketemu sampai akhirnya diposting di media sosial,” kata Santo yang terlihat shock.

Dugaan sementara, korban terpeleset saat berada di tepi sungai dan terbentur batu.

Meskipun Kali Sipin termasuk sungai kecil, lokasinya yang jauh dari pemukiman serta ditumbuhi rumput tinggi membuat keberadaan korban tidak segera diketahui warga.

Saat ditemukan, kondisi jasad sudah mengalami kerusakan di bagian wajah dan perutnya terlihat menggelembung.

Itu menandakan, korban kemungkinan sudah meninggal dan terendam air selama dua hari.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari warga, aparat kepolisian, dan personel Koramil 03 Gringsing.

Serda Edi Purwanto dari Koramil 03 Gringsing menjelaskan, jasad korban harus dibungkus dengan kain sarung sebelum diangkat, mengingat beberapa bagian tubuhnya sudah mulai melepuh. 

Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Sementara itu, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Gringsing #sungai #penemuan mayat #batang