Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Curhat di Medsos Soal Pelayanan Puskesmas Jenggot Viral, Berujung Laporan Polisi dan Akhirnya Damai

Lutfi Hanafi • Minggu, 20 April 2025 | 22:54 WIB
DAMAI - Kedua belah pihak yang berkasus terkait curhat medsos, lapor polisi sepakat damai.
DAMAI - Kedua belah pihak yang berkasus terkait curhat medsos, lapor polisi sepakat damai.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kasus viral curhatan seorang pasien terhadap pelayanan di Puskesmas Jenggot Kota Pekalongan yang sempat memicu laporan polisi, akhirnya berakhir damai.

Mediasi antara kedua belah pihak telah dilakukan dan menghasilkan kesepakatan damai tanpa proses hukum lanjutan.

Didampingi kuasa hukumnya, Didik Pramono, pihak terlapor—yakni Desi Nur Indah Sari, 27, dan Muhammad Rizky, pemilik akun Instagram @pekalonganinfo—telah bertemu langsung dengan pelapor, yakni petugas Puskesmas yang sebelumnya melaporkan kasus ini ke polisi.

 

“Pertemuan berlangsung singkat, hanya sekitar 20 menit, dan disaksikan oleh jajaran Unit II Satreskrim Polres Pekalongan Kota serta suami dari masing-masing pihak. Mereka sepakat saling memaafkan,” ungkap Didik, Jumat 18 April 2025. 

Menurut Didik, keberhasilan mediasi ini tidak lepas dari peran aktif Polres Pekalongan Kota dalam mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan.

Ia pun mengapresiasi langkah humanis yang diambil kepolisian.

Perkara ini mencuat usai Desi, seorang warga Kelurahan Jenggot, membagikan pengalaman tidak menyenangkan saat berobat ke Puskesmas Jenggot.

Ia menuliskan keluhannya melalui media sosial dan mendapat banyak respons dari warganet.

Masalah bermula saat Desi dan suaminya menerima nomor antrean dari petugas. Saat membuka kertas antrean, mereka mendapati tulisan tidak pantas berbunyi "Ndasmu Gedi" (bahasa Jawa kasar yang bermakna negatif) tertulis di bagian belakang.

 

Baca Juga: Langkah Kecil dari Pelajar, Dorong Budaya Pilah Sampah Demi Kota Pekalongan yang Lebih Bersih

 

Pihaknya mengaku, tidak mengambil nomor langsung, tapi dibantu petugas jaga. Dan baru sadar tulisannya saat akan masuk ruang pemeriksaan. 

Unggahan curhatan itu viral, namun justru berujung pelaporan kepada polisi oleh petugas Puskesmas, yang menganggap unggahan tersebut merugikan nama baik institusi.

Untungnya, kasus ini berhasil diselesaikan melalui mediasi damai. Pelapor telah mencabut laporannya dan kedua belah pihak sepakat tidak memperpanjang permasalahan ke ranah hukum.

Langkah damai ini menjadi cerminan bahwa penyelesaian persoalan di era digital perlu mengedepankan komunikasi dan empati.

Tak sedikit permasalahan yang bisa diselesaikan tanpa harus sampai ke meja hijau. 

“Kami berharap ini jadi pelajaran untuk semua pihak—baik instansi pelayanan maupun masyarakat pengguna layanan, agar saling menghargai dan bijak bermedia sosial,” pungkas Didik. (han/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#curhat #kota pekalongan #Pekalongan info #medsos