METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Aksi nekat seorang pemuda berinisial AH, 23, mengancam keselamatan petugas gabungan dalam Operasi Pemberantasan Premanisme di Kota Pekalongan, Sabtu malam 10 Mei 2025.
Dalam kondisi mabuk, AH menodongkan senjata tajam jenis cutter ke arah petugas saat diamankan di Pos Polisi Keluar Tol Setono.
Ini Pemuda itercatat sebagai warga Desa Kwayangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, namun berdomisili di Coprayan, Kecamatan Buaran, Kota Pekalongan.
Baca Juga: Pulang Mancing, Warga Pecalungan Tewas Diseruduk KA Argo Sindoro di Perlintasan Tak Berpalang
AH diamankan saat operasi gabungan bertajuk Aman Candi, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi.
Operasi tersebut melibatkan personel gabungan dari Polres Pekalongan Kota, Kodim 0710/Pekalongan, Satpol P3KP, dan Dinas Perhubungan, serta menyasar titik-titik rawan aksi premanisme, seperti pungli, balap liar, hingga tindak kriminal di kawasan keramaian dan jalur pantura.
Saat tim gabungan menjelajahi kawasan Exit Tol Sokoduwet–Setono, mereka membubarkan sejumlah remaja yang diduga hendak melakukan balap pembohong.
Baca Juga: Operasi Premanisme di Pemalang, Polisi Amankan Remaja Bersenjata Busur Panah Siap Tawuran
Di lokasi itu, AH yang berada dalam pengaruh minuman keras mulai meracau dan melawan saat ingin diamankan.
Pelaku bahkan sempat memukul petugas.
Setelah diborgol dan dibawa ke pos polisi, ia kembali mengamuk dan mengeluarkan cutter dari tas selempangnya untuk mengancam petugas, ujar AKP Yoyok Agus Waluyo, Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota.
Petugas dari Satreskrim, Satlantas, dan Samapta segera melakukan tindakan tegas dan terukur untuk membunuh pelaku.
AH kemudian dibawa ke Mapolres Pekalongan Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil penggeledahan, petugas juga menemukan tiga butir pil yang diduga termasuk golongan psikotropika.
Baca Juga: Sinergi Polres, Pemkab, dan Petani Pemalang, Sukses Gelar Panen Perdana Jagung Hibrida
Pelaku kini terancam pasal berlapis terkait kepemilikan sajam, perlawanan terhadap petugas, dan dugaan doktrin obat terlarang.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi menegaskan komitmennya kepada anggota segala bentuk premanisme di wilayah hukumnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor, jika menemukan aktivitas yang mengganggu kenyamanan dan keamanan.
Baca Juga: Target 1.330 Keluarga Jadi, Ini Langkah Pemkot Pekalongan Cegah Stunting Lewat Program Genting
"Operasi ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara. Kami ingin masyarakat merasa aman tanpa intimidasi atau ketakutan dari aksi premanisme. Tindakan tegas dan humanis tetap menjadi prinsip kami," tegas Kapolres.
Para pedagang di sekitar Alun-Alun Kota Pekalongan menyampaikan rasa aman dan nyaman atas kehadiran aparat gabungan yang rutin melakukan patroli di malam akhir pekan. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla