Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Warga Kota Pekalongan Siap Siap, Tim Gabungan Lakukan Razia Lalulintas

Lutfi Hanafi • Selasa, 15 Juli 2025 | 06:52 WIB
PERIKSA - Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi, bersama Dandim 0710 Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang dan tamu udangan mengecek kesiapan anggotanya, usai Apel, Senin (14/7/2025).
PERIKSA - Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi, bersama Dandim 0710 Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang dan tamu udangan mengecek kesiapan anggotanya, usai Apel, Senin (14/7/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Suara sirene dan deru motor patroli, mulai hari ini akan lebih sering nyaring di sudut-sudut Kota Pekalongan.

Sebab, aparat gabungan dari Polres Pekalongan Kota bersama instansi terkait resmi menggelar Operasi Patuh Candi 2025 secara resmi mulai Senin pagi 14 Juli 2025.

Dengan mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”, kegiatan ini bukan sekadar razia, melainkan upaya komprehensif untuk mendisiplinkan warga dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

Apel gelar pasukan digelar di halaman Mapolres Pekalongan Kota, Jalan Diponegoro Nomor 19, dan dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi.

Turut hadir sejumlah tokoh penting seperti Dandim 0710 Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, Komandan Brimob Kompol Agung Hery Nugroho, serta perwakilan dari Dishub, Satpol PP, Jasa Raharja, hingga Rutan Kelas II A.

Dalam arahannya, AKBP Riki menegaskan, Operasi Patuh Candi akan berlangsung hingga 27 Juli 2025, menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas, mulai dari pengendara yang tak mengenakan helm, kendaraan tak laik jalan, balap liar, hingga pelanggaran rambu di jalur Pantura yang sedang dalam perbaikan.

 

“Kita tidak hanya menindak, tapi juga mengedukasi. Dengan operasi ini, kami berharap kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas meningkat, angka kecelakaan menurun, dan balap liar berkurang,” kata Kapolres saat diwawancara usai apel.

Operasi ini dilakukan dalam dua pola utama, yakni razia stasioner di titik-titik strategis dan razia mobile secara acak.

Sasaran utama adalah jalur rawan kecelakaan dan lokasi yang sering dijadikan arena balap liar, seperti area Exit Tol Setono yang kerap meresahkan warga.

“Di sana kita akan melakukan penertiban rutin. Kami juga sudah berkoordinasi dengan stakeholder seperti Dishub dan komunitas warga untuk memberi dukungan lapangan,” ungkap Kapolres.

Tak hanya Polri dan TNI, Operasi Patuh Candi 2025 melibatkan berbagai instansi.

Mulai dari Dinas Perhubungan, Satpol PP P3KP, PT KAI, hingga Jasa Raharja—semua dikerahkan untuk menekan pelanggaran dan menjaga keamanan pengguna jalan.

Sebagai simbol dimulainya operasi, dilakukan penyematan pita operasi oleh Kapolres kepada perwakilan lintas instansi, dilanjutkan pengecekan kendaraan operasional roda dua dan empat.

Dalam pelaksanaannya, Kapolres menekankan agar petugas mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis, tidak hanya penindakan.

SOP yang jelas, arahan pimpinan, dan keselamatan personel menjadi prioritas utama.

“Kami ingin masyarakat paham bahwa tertib lalu lintas itu untuk keselamatan bersama, bukan semata karena takut razia,” ujar Kapolres kepada awak media. 

Bagi warga yang biasa melintas tanpa helm, parkir sembarangan, atau memodifikasi knalpot kendaraan, sudah saatnya bersiap-siap.

Pasalnya, selama dua minggu ke depan, segala bentuk pelanggaran akan menjadi target operasi. Terlebih bagi mereka yang gemar kebut-kebutan di jalanan. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Polres Pekalongan Kota #Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi #razia gabungan #Operasi patuh candi 2025