METROPEKALONGAN.COM, Batang – Suasana tenang menjelang petang di Desa Gringsing, Kabupaten Batang, mendadak berubah mencekam, Selasa 5 Agustus 2025.
Warga dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat pria mengambang di aliran Kali Kuto, tepat saat matahari mulai tenggelam.
Adalah Nur Fuad, seorang pencari ikan, yang pertama kali menemukan jasad tersebut dalam posisi telungkup, mengenakan kaos merah.
Ia langsung memanggil warga sekitar. Dalam hitungan menit, lokasi berubah menjadi pusat perhatian masyarakat dan aparat setempat.
Kepala Desa Gringsing, Murtadho, bersama anggota Polsek dan Koramil Gringsing segera turun ke lokasi. Namun, identitas korban tidak langsung dikenali karena bukan warga desa itu.
Setelah warga berdatangan, akhirnya korban diketahui bernama Iman Setiawan, 53 tahun, warga Desa Karanganom, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal.
“Beliau penjual bakso siang hari, malamnya mangkal sebagai tukang ojek di lampu merah Exit Tol Weleri,” ungkap salah satu kerabat yang menolak disebut namanya pada Rabu siang 6 Agustus 2025 saat pemakaman.
Yang mengganjal, keluarga mengaku korban terakhir kali memberi kabar lewat HP tengah malam, bahwa ia sedang mengantar seorang penumpang perempuan ke arah Pekalongan.
Setelah itu, tak ada kabar. HP-nya pun kini tak ditemukan.
Korban ditemukan mengenakan celana pendek dan kaos merah, sementara celana panjang dan ikat pinggang tergeletak di tepi timur sungai.
Namun, sepeda motor tuanya dan ponsel tidak diketahui keberadaannya. Ini meninggalkan pertanyaan besar di benak publik, kecelakaan, bunuh diri, atau... sesuatu yang lebih gelap?
Proses evakuasi oleh tim SAR pun tak mudah. Hujan sebelumnya membuat pematang sawah yang harus dilalui menjadi licin dan berlumpur. Petugas harus ekstra hati-hati mengevakuasi jasad dari aliran sungai.
Meskipun lokasi penemuan masuk wilayah Gringsing, secara administratif ternyata berada di Kabupaten Kendal. Oleh karena itu, kasus ini ditangani Polres Kendal.
“Ini wilayah Kendal, meskipun dekat dengan Gringsing, Kabupaten Batang,” kata Kades Murtadho.
Jasad Iman langsung dibawa ke RSI Weleri untuk proses visum. Hasil pemeriksaan luar tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan.
Namun, hilangnya motor dan HP korban membuat publik menduga-duga, ada apakah sebenarnya?
Keluarga korban menegaskan, Iman tidak memiliki masalah keluarga maupun musuh.
“Beliau orang baik, tak pernah ada masalah. Makanya kami heran,” ujar seorang kerabat.
Hingga kini, misteri di balik kematian Iman Setiawan masih belum terpecahkan.
Apakah ia korban tindak kejahatan, kecelakaan, atau justru ada skenario lain yang belum terungkap?
Yang jelas, kehilangan seorang ayah, sahabat yang pekerja keras seperti Iman, telah meninggalkan duka dan tanda tanya mendalam. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla