METROPEKALONGAN.COM, SURAKARTA — Penangkapan pengepul ratusan anjing di Semarang beberapa waktu lalu ternyata berimbas pada pedagang olahan daging anjing di Solo Raya.
Para pedagang itu menumpahkan uneg-unegnya, Senin 22 Januari 2024. Yaitu mereka tidak visa berjualan lagi, karena pasokan anjing terhambat. Anak-anak para pedagang juga terkena imbasnya.
Pedagang olahan anjing berkumpul di Klaten. Mereka meminta pemerintah memfasilitasi audiensi antara pedagang dengan para pencinta hewan.
Pertemuan antara pecinta hewan dan pedagang daging olahan dianggap penting untuk mencari solusi.
Karena selama ini, para pecinta hewan gencar melakukan penentangan dan meminta para penjual daging olahan anjing untuk menutup usaha mereka.
Sejumlah poster juga dibentangkan oleh para pedagang daging anjing olahan. Seperti meminta tolong kepada Presiden Jokowi.
“Pak Presiden Jokowi..Tolong pikirkan nasib kami pedagang kecil! Kami hanya ditindas oleh oknum yang mencari keuntungan lewat donasi dengan dalih menyelamatkan anjing!” Begitu uneg-uneg pedagang yang ditulis di salah satu poster.
Salah satu pedagang olahan anjing, Danny Kristiawan, mengatakan bahwa teman-teman sesama penjual daging anjing olahan meminta solusi.
“Intinya teman-teman minta keadilan. Kami minta solusi, karena dari kalangan pencinta anjing memaksakan kehendak secara sepihak. Intinya pedagang ini disuruh tutup tanpa diberikan solusi," tegasnya.
Pedagang lain, Suseno, bercerita jika sejak ada penangkapan pengepul anjing, praktis usahanya berhenti. Mereka merasa kebingungan, karena satu-satunya sumber penghasilan keluarga, berhenti.
Suseno berharap pemerintah memikirkan nasib mereka. Tidak cuma melakukan pelarangan saja.
Suseno kemudian mencontohkan solusi yang pernah dilakukan di Karanganyar. Yautu tidak sekadar melarang. Tapi juga memberikan solusi pada para pedagang kuliner daging anjing olehan untuk beralih usaha.
Pedagang daging olahan lainnya, Lasno, kekej berharap ada audiensi dengan komunitas pencinta anjing. Ia berharap mereka duduk bersama untuk mencari win-win solution.
“Kalau mau disetop orang segini banyak, solusinya seperti apa?” keluh Lasno, asal Sragen. (isk/yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla