Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Polisi di Pemalang Ciptakan Alat Pengolah Sampah untuk Mendukung Pertanian dan Pertenakan

Lutfi Hanafi • Sabtu, 13 Juli 2024 | 03:36 WIB
KUNJUNGAN: Sebagia bentuk apresiasi kepada anggotanya, Jajaran Polres Pemalang menilik karya Aptu Wiyono di Desa Penggarit Kecamatan Taman, Jumat (12/7/2024).
KUNJUNGAN: Sebagia bentuk apresiasi kepada anggotanya, Jajaran Polres Pemalang menilik karya Aptu Wiyono di Desa Penggarit Kecamatan Taman, Jumat (12/7/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Pemalang - Aiptu Wiyono, anggota kepolisian yang berdinas di Polsek Bantarbolang Polres Pemalang, ingin berpartisipasi dalam penanganan masalah sampah di Kabupaten Pemalang. Karena itu, dia merancang sebuah alat yang berfungsi mengubah sampah organik dan anorganik menjadi asap cair yang bisa digunakan untuk pertanian dan peternakan.

“Saya mendesain sendiri alat yang ia sebut Win Incireaktor, setelah sebelumnya membahas tentang penanganan masalah sampah di tempat kami,” kata Aiptu Wiyono, Jumat 12 Juli 2024.

Setelah berdiskusi panjang dengan Kepala Desa (Kades) Penggarit Kecamatan Taman Imam Wibowo, akhirnya tertarik. Sehingga dipercaya dalam pembuatan alat untuk mengolah sampah rumah tangga, serta sampah sisa-sisa pertanian di Desa Penggarit dengan dana desa setempat.

“Saya tertarik untuk membuat alat tersebut, sehingga mengajukan penawaran kepada Kades Penggarit dan disetujui,” kata Aiptu Wiyono.

Baca Juga: Polisi Pemalang Wakafkan Tanahnya untuk Pendirian MTS, Ini Alasannya

Aiptu Wiyono mengatakan, awalnya Kades Penggarit hanya menginginkan alat untuk mengolah asap pembakaran sampah organik, menjadi asap cair pengganti pestisida.

Berbekal ilmu yang didapat selama mengenyam pendidikan di Sekolah Teknik Mesin (STM), ditambah mencari informasi terkait cara kerja mesin insinerator dan reaktor di internet dan Youtube, Aiptu Wiyono mengusulkan dirinya untuk mendesain alat tersebut.

Aiptu Wiyono mendesain sendiri alat pengolah sampah tersebut dan merakitnya bersama karyawan di bengkel miliknya, di Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang. Proses perakitan Win Incireaktor memakan waktu selama 1,5 bulan.

Lamanya proses pengerjaannya disebabkan dirinya masih terus melakukan penyempurnaan selama perakitan berlangsung.

Baca Juga: Empat Kendaraan Kecelakaan Beruntun di Tol Kabupaten Pekalongan, Begini Kronologi Menurut Polisi dan Pengelola Tol

“Alhamdulillah kami berhasil membuat alat hasil kombinasi insinerator dan reaktor, untuk mengolah sampah organik dan anorganik, dan kemudian asap pembakaran dari keduanya menghasilkan jenis asap cair yang berbeda,” kata Aiptu Wiyono.

Dijelaskan, dari pembakaran sampah organik menghasilkan bio karbon dan asap pembakarannya menghasilkan asap cair yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pestisida.

Suhu pembakaran sampah anorganik mencapai 800 derajat celcius, sehingga sisa-sisa pembakaran sampah akan berubah menjadi abu.

Sedangkan asap cair dari pembakaran sampah tanpa amonia atau anorganik, dapat dimanfaatkan untuk mengupas amoniak dan membersihkan kotoran pada kandang peternakan ayam.

“Hasil uji emisi yang telah dilakukan, asap pembakaran yang dikeluarkan dari Win Incireaktor hanya mengandung karbondioksida sejumlah 0,02 persen,” kata Aiptu Wiyono.

Kades Penggarit Imam Wibowo mengatakan, alat pengolah sampah yang dibuat Aiptu Wiyono akan dilaunching oleh Pemerintah Desa Penggarit tanggal 15 Juli 2024 dan akan dikelola oleh BUMDes.

“Win Incireaktor akan digunakan untuk mengolah sampah yang ditampung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Desa Penggarit,” kata Kades Penggarit.

Pemdes setempat berharap, Insinyur Win dapat dimaksimalkan dalam pengelolaan sampah, sebanyak 8 kubik per hari.

Baca Juga: Kreatif dan Inovatif, Polisi di Pemalang Sukses Ternak Sapi dan Sediakan Biogas Gratis Bagi Warga Sekitar

Dan asap cair yang dihasilkan akan dimanfaatkan masyarakat petani dan peternak di Desa Penggarit Kecamatan Taman.

Sementara itu, Kapolres Pemalang AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya mengatakan, Win Incireaktor merupakan salah satu solusi Kabupaten Pemalang dalam menghadapi permasalahan sampah.

“Ini akan kita dukung bersama agar pengolahan sampah setiap desa di Kabupaten Pemalang tidak bertumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” kata Kapolres Pemalang.

Lebih lanjut, selain mengatasi keterbatasan daya tampung TPA serta meningkatnya jumlah sampah akibat peningkatan jumlah penduduk, Win Incireaktor juga menghasilkan asap cair yang memiliki nilai ekonomi. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#pengolahan sampah #pembakar #sampah #Polres Pemalang