METROPEKALONGAN.COM, Kendal — Hujan deras yang melanda Kendal sejak beberapa hari terakhir telah menyebabkan bencana alam di sejumlah wilayah.
Tercatat, ada 9 dari 20 kecamatan di Kendal terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Banjir dan longsor tersebar di 24 desa dan kelurahan di Kendal.
Banjir diakibatkan dari sejumlah sungai yang melintasi kawasan ini meluap, menggenangi pemukiman, jalan raya, serta area pertanian.
Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, banjir mulai terjadi pada Senin malam 20 Januari 2025. Kondisi semakin parah pada Selasa pagi 21 Januari 2025.
Sembilan kecamatan tersebut, enam kecamatan dilanda bencana banjir. Wilayah tersebut meliputi, Kecamatan Patebon, Cepiring, Boja, Rowosari, Patean dan Kecamatan Kendal.
Sedangkan tiga kecamatan lainnya mengalami bencana tanah longsor adalah, Kecamatan Kecamatan Sukorejo, Plantungan, dan Limbangan.
“Untuk wilayah Kecamatan Boja dan Patean, dua kecamatan itu juga terdampak bencana banjir,” kata Sekretaris BPBD Kendal, Ahmad Huda Kurniawansah, Selasa 21 Januari 2025.
Banjir terparah, terjadi di dua wilayah. Yakni Kecamatan Patebon dan Kota Kendal. Banjir di Patebon melanda enam desa.
Yakni Desa Lanji, Bangunsari, Kebonharjo, Jambearum, Tambakrejo dan Purwosari. Sedangkan di Kecamatan Kendal, melanda di Kelurahan Jetis.
“Banjir diakibatkan tanggul Sungai Bodri yang meluap di Desa Lanji,” tuturnya.
Warga setempat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara aktivitas sehari-hari seperti sekolah dan kantor terhambat akibat jalan yang terendam air.
Pihak BPBD bersama dengan TNI, Polri, dan relawan sedang melakukan upaya evakuasi warga serta mendirikan posko-posko bantuan untuk kebutuhan logistik seperti makanan, pakaian, dan obat-obatan.
Beberapa warga yang tinggal di daerah rawan banjir juga sudah menerima peringatan dini untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kendati demikian, proses evakuasi terkendala oleh terputusnya akses transportasi di beberapa titik, sementara hujan yang masih mengguyur wilayah ini dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi banjir.
Sejumlah ruas jalan utama yang menghubungkan Kendal dengan daerah lain juga terendam, sehingga arus lalu lintas mengalami kemacetan parah.
Beberapa kendaraan yang terjebak banjir juga harus ditarik keluar dengan bantuan alat berat.
Pemerintah Kabupaten Kendal berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memberikan bantuan darurat kepada masyarakat terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari instansi terkait. (bud/ida)
Editor : Ida Nor Layla