Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sebanyak 42 Sekolah Dilanda Banjir, Dindik Kabupaten Kendal Liburkan Sekolah di Jalur Pantura

Budi Setiyawan • Rabu, 22 Januari 2025 | 05:06 WIB
LUMPUH : Kendal dilanda banjir dan longsor yang turut menenggelamkan puluhan sekolah sehingga siswa diliburkan.
LUMPUH : Kendal dilanda banjir dan longsor yang turut menenggelamkan puluhan sekolah sehingga siswa diliburkan.

METROPEKALONGAN.COM, Kendal — Banjir yang melanda Kendal mengakibatkan puluhan sekolah lumpuh.

Berdasarkan dari data Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kendal, tercatat ada 42 sekolah diterpa banjir.

Kepala Dindik Kendal Ferinando Rad Bonay mengungkapkan, 42 sekolah tersebut terdiri atas 6 SMP, 20 SD, 16 TK dan KB.

“Sedangkan untuk SMA dan SMK sederajat, wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), jadi bukan kewenangan kami,” ujarnya, Selasa 21 Januari 2025.

Akibat banjir, Ferinando mengaku telah membuat kebijakan dengan meliburkan seluruh sekolah di sepanjang Jalur Pantura Kendal. Terutama sekolah-sekolah yang terdampak banjir.

“Kalau siswa berangkat, dipulangkan lebih awal pagi hari. Sebab sekolah tidak bisa aktivitas, kondisi kelas terendam banjir,” katanya.

Beberapa sekolah di kecamatan yang terdampak parah, seperti di Kecamatan Kendal, Patebon, Brangsong, Cepiring, Rowosari, dan Weleri. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kendal, sejumlah sekolah mengalami kerusakan akibat terendam banjir.

Bahkan beberapa ruang kelas terendam air hingga lebih dari 1,5 meter. Hal ini menyebabkan kerugian material serta mengganggu proses belajar siswa.

"Sebagian sekolah terpaksa diliburkan karena air sudah menggenangi ruang kelas. Ini tujuannya untuk keselamatan siswa dan tenaga pendidik terjaga," jelas Ferinando.

Diakuinya, meski tidak semua sekolah di Jalur Pantura Kendal terendam banjir, tapi kebijakan untuk meliburkan dan memulangkan siswa lebih awal adalah langkah antisipatif. Sebab banyak siswa dan guru yang rumahnya terendam banjir.

“Bapak ibu guru yang kebanjiran kami beri dispensasi, supaya fokus untuk penanganan banjir di rumah atau lingkungan tempat tinggalnya masing-masing,” paparnya.

Beberapa sekolah yang paling parah terdampak banjir, seperti SMPN 2 Patebon, di Desa Kebonharjo, banjir sampai setinggi 1,5 meter masuk ruang kelas.

Selain itu, SMPN 2 Brangsong, SMP IT Ulul Albab Weleri, air masuk kelas setinggi 0,5 meter. Bahkan bangunan toilet mengalami longsor.

“SMP NU 09 Rowosari air banjir 1,25 meter, semua ruangan, dan lumpur masuk,” tandasnya.

Selain itu, SDN 4 Gempolsewu akibat luapan Sungai Kuto, sekolah mengalami banjir setinggi 0,5 meter.

Terparah di wilayah Patebon, banjir sampai setinggi 1-1,5 meter terjadi di SDN Kebonharjo.

“Untuk wilayah Kendal kota rata-rata sekolah banjir setinggi 20-50 sentimeter,” imbuhnya. (bud/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#sekolah libur #longsor #banjir bandang