METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Sebanyak 1,8 juta kendaraan diprediksi akan melintasi Kota Pekalongan selama mudik Lebaran 2025.
Angka ini mengalami kenaikan sebesar 6,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Karena itulah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan telah menyiapkan berbagai langkah strategis agar arus lalu lintas tetap lancar dan aman.
Salah satunya adalah pemetaan jalur alternatif bagi pemudik yang melintas atau masuk ke Kota Batik.
Kepala Dishub Kota Pekalongan M Restu Hidayat menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan beberapa skema rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan.
"Jika terjadi kemacetan di Jalan KH Mas Mansyur, kendaraan akan dialihkan melalui Jalan Gajah Mada menuju Jalan Merdeka, kemudian ke Jalan Pemuda, Hayam Wuruk, hingga ke Dr Sutomo," kata Restu pada Jumat 21 Maret 2025.
Selain itu, Dishub juga menyiapkan jalur alternatif lain, termasuk jika kemacetan terjadi di ruas Jalan Pemuda hingga Jalan Dr. Sutomo, maka kendaraan akan dialihkan melalui Jalan Gajah Mada - Jalan Imam Bonjol - Jalan Manggis - hingga Jalan Ki Mangunsarkoro yang mengarah ke Batang.
Untuk mengoptimalkan pengawasan lalu lintas, Dishub Kota Pekalongan telah menyiagakan Area Traffic Control System (ATCS) di 11 titik strategis sepanjang jalur pantura.
Selain itu, 37 CCTV tersebar di berbagai titik vital untuk memantau arus kendaraan secara real-time.
"Kami akan mengoordinasikan penguraian arus dengan petugas di lapangan jika terdeteksi kepadatan lalu lintas melalui ATCS dan CCTV. Sistem ini beroperasi penuh selama 24 jam," tambah Restu.
Tak hanya itu, Dishub juga membuka posko Lebaran sebagai pusat informasi bagi pemudik yang membutuhkan panduan jalur alternatif.
Dengan langkah-langkah ini, Pemkot Pekalongan berharap arus mudik 2025 dapat berjalan lebih tertib dan nyaman bagi para pemudik yang melintasi kota ini. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla