METROPEKALONGAN.COM, Pemalang – Ketika sebagian orang mulai menghitung hari menjelang pensiun dengan cemas, AKP Totok Purwantoro, tidak.
Perwira polisi yang kini menjabat Kasat Polairud Polres Pemalang ini sudah menapaki masa transisi itu dengan langkah pasti.
Ia memilih jalan yang jarang ditempuh koleganya, yakni menjadi peternak ayam.
Di kaki perbukitan Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, berdiri sebuah kandang ayam yang menjadi saksi perjalanannya menuju masa pensiun yang damai, sehat, dan bermanfaat.
“Saya ingin masa purna tugas saya tidak hanya untuk diri sendiri. Saya ingin tetap aktif, produktif, dan bisa bermanfaat bagi orang lain,” tutur AKP Totok saat ditemui di sela kunjungannya ke kandang, Rabu 7 Mei 2025.
Usaha peternakan yang dirintisnya sejak tahun 2023 itu awalnya hanya memelihara 20 ribu ekor ayam.
Kini, jumlahnya hampir mencapai 40 ribu ekor. Bahkan rencananya akan melakukan ekspansi lebih besar lagi setelah resmi pensiun pada Juli 2025.
Yang menarik, ia tidak bekerja sendiri. Usaha ini adalah hasil kolaborasi dengan warga lokal bernama Budi Kristianto.
Budi menjalankan operasional sehari-hari, sementara AKP Totok membantu dari sisi permodalan dan pengawasan.
“Kami saling percaya. Peternakan ini bukan hanya soal bisnis, tapi soal membangun masa depan bersama,” ujarnya dengan senyum tenang.
Di balik bisnis ayam pedaging itu, tersembunyi semangat besar untuk memberdayakan lingkungan.
Enam warga dari sekitar kandang kini bekerja sebagai karyawan tetap. Syarat utamanya bukan ijazah tinggi, tapi kejujuran dan semangat kerja.
“Kami perlakukan mereka seperti keluarga. Kalau usaha ini berkembang, yang merasakan manfaatnya bukan saya sendiri,” ujar AKP Totok.
Bukan hanya lapangan kerja, AKP Totok juga kerap menyisihkan hasil usahanya untuk kegiatan sosial dan keagamaan.
Ia dikenal masyarakat sebagai pribadi yang dermawan dan rendah hati.
Ketua RT setempat, Supriyanto, menuturkan bahwa Totok tak segan memberikan santunan, membantu pembangunan musala.
Bahkan memberikan ayam gratis saat panen kepada warga sekitar.
“Kalau panen tiba, sekitar 50 kepala keluarga di sekitar kandang kebagian ayam. Bahkan yang rumahnya paling dekat bisa dapat lima ekor! Siapa yang nggak senang?” kata Waris, salah satu warga.
Menjadi aparat penegak hukum sekaligus peternak tentu bukan hal biasa.
Namun AKP Totok membuktikan bahwa dua peran itu bisa berjalan berdampingan.
Saat tidak sedang berdinas, ia meluangkan waktu mengecek kondisi kandang, mengawasi pemberian pakan, dan menjaga kebersihan lingkungan peternakan.
Di kandang ayam yang sederhana, ia tidak hanya menyiapkan masa depan untuk dirinya, tapi juga masa depan yang lebih baik bagi masyarakat sekelilingnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla