METROPEKALONGAN.COM, Batang – Duka mendalam menyelimuti keluarga dan warga Desa Kebumen, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang.
Seorang bocah bernama Viki Yudha Pratama, 13, akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah tenggelam di aliran Kali Belo pada Rabu 7 Mei 2025.
Jasad korban ditemukan sekitar 18 jam kemudian, Kamis pagi, di muara Kali Kuto, daerah Tawang Rowosari, Kendal, oleh sekelompok nelayan yang baru pulang melaut.
Viki diketahui tenggelam saat tengah bermain air bersama empat temannya di sungai yang lokasinya tak jauh dari rumahnya.
Salah satu temannya, Azam, mengungkapkan bahwa saat kejadian debit air sempat rendah.
Namun, tiba-tiba arus deras datang menghantam dari hulu dan menyeret Viki hingga ke tengah sungai.
Keempat temannya berhasil menyelamatkan diri, namun Viki tidak sempat menepi.
"Kami sudah mencoba menolong, tapi air terus bertambah deras," kata Azam.
Warga sekitar yang mendapatkan laporan segera berkoordinasi dengan Polsek Tersono dan Koramil 06 Tersono, lalu menghubungi tim SAR gabungan.
Proses pencarian dilakukan dengan menyisir sepanjang aliran Kali Belo hingga ke Kali Kuto yang menjadi hilir dari beberapa sungai di kawasan tersebut.
Namun, curah hujan tinggi dan derasnya arus membuat pencarian cukup sulit, bahkan sempat dihentikan sementara pada malam hari.
Pada Kamis pagi 8 Mei 2025, sekelompok nelayan melihat sosok jasad mengambang sekitar 200 meter dari muara.
Setelah laporan masuk, tim SAR dan Polsek Tersono segera menuju lokasi.
Identifikasi memastikan bahwa jasad tersebut adalah Viki. Jenazah langsung dibawa ke RSUD Limpung untuk proses visum.
“Kami langsung bergerak ke lokasi setelah ada laporan. Korban teridentifikasi sebagai Viki dan dibawa ke rumah sakit,” ujar Kapolsek Tersono, AKP Agus Soepriyanto.
Menurut Camat Tersono, Ristanto, karakteristik Kali Belo memang berbahaya.
Saat hujan deras turun di wilayah atas, debit dan arus air bisa meningkat secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya, menjadikannya sangat berisiko bagi warga yang bermain di sekitar aliran sungai.
Saat ditemukan, tubuh siswa kelas VII itu sudah membiru dan terdapat luka di bagian kepala yang diduga akibat benturan dengan batu.
Kepergian Viki menjadi kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitarnya.
Desta, salah satu teman sekolah korban, menggambarkan Viki sebagai pribadi pendiam, rajin, dan sangat patuh pada orang tua.
Ia juga dikenal sebagai anak sulung yang bertanggung jawab, sering membantu adik-adiknya belajar di rumah.
Setelah melalui proses penyucian, jasad Viki dimakamkan diiringi isak tangis ratusan pelayat dan teman-teman sekolahnya.
Kepergian tragis ini meninggalkan luka mendalam sekaligus menjadi pengingat pentingnya keselamatan di sekitar aliran sungai, terutama saat musim hujan. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla