Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kuripan Yosorejo (Kuryod) Jadi Teladan Kelurahan Mandiri Sampah di Tengah Darurat Sampah Kota Pekalongan

Lutfi Hanafi • Minggu, 11 Mei 2025 | 01:02 WIB
CATAT - Petugas Bank Sampah Kuryos, saat mencatat jumlah sampah kiriman warga, usai ditimbang.
CATAT - Petugas Bank Sampah Kuryos, saat mencatat jumlah sampah kiriman warga, usai ditimbang.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Kelurahan Kuripan Yosorejo (Kuryos) tampil sukses dalam pengelolaan sampah mandiri.

Di tengah krisis pengelolaan sampah yang melanda Kota Pekalongan akibat penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada Maret 2025.

Bahkan sebelum adanya pencanangan Darurat Sampah Kota Pekalongan, Kuryos sudah mengantongi penghargaan Desa Mandiri Sampah kategori Pratama dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) pada Desember 2024 lalu.

Baca Juga: Pekalongan Kembali Dihantui Rokok Ilegal, 3.834 Batang Disita, Padahal Sempat Bebas Sejak 2022

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Pj Gubernur Nana Sudjana kepada Lurah Mahfud di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, kala itu.

Penghargaan tersebut merupakan hasil dari berbagai inovasi dan upaya berkelanjutan dalam pengelolaan sampah.

Kuryos memiliki tiga bank sampah aktif. Yakni, Bank Sampah Asli, Bank Sampah Melati, dan Bank Sampah Mewah, serta dua TPS-3R, yaitu TPS-3R Saling Asih dan Rejo Makmur.  Kedua TPS tersebut melayani warga di wilayah Kuripan Lor dan Yosorejo.

Baca Juga: Jemaah Calon Haji Kloter 23 dan 24 Asal Kota Pekalongan Tiba di Madinah, Disambut Hangat dan Sehat Walafiat

Salah satu inovasi unggulan lainnya adalah pembuatan paving block dari sampah plastik oleh warga bernama Sukimin.

Setiap paving block yang dihasilkan mampu menyerap sekitar 5 kg sampah plastik dan telah diajukan dalam Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kota Pekalongan 2025.

Selain itu, Kuryos juga menerapkan sistem informasi kas RT dan RW yang transparan, memungkinkan warga memantau pengelolaan sampah melalui grup RT/RW masing-masing.

Baca Juga: Tragis, Bocah Tenggelam di Kali Belo Ditemukan Tak Bernyawa di Muara Kali Kuto

Dengan berbagai upaya tersebut, Kuryos membuktikan bahwa pengelolaan sampah yang efektif dan partisipatif dapat menjadi solusi di tengah krisis lingkungan, serta menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Kota Pekalongan dan sekitarnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #jawa tengah #penghargaan #Desa Mandiri Sampah