METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Kelurahan Kuripan Yosorejo (Kuryos) tampil sukses dalam pengelolaan sampah mandiri.
Di tengah krisis pengelolaan sampah yang melanda Kota Pekalongan akibat penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada Maret 2025.
Bahkan sebelum adanya pencanangan Darurat Sampah Kota Pekalongan, Kuryos sudah mengantongi penghargaan Desa Mandiri Sampah kategori Pratama dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) pada Desember 2024 lalu.
Baca Juga: Pekalongan Kembali Dihantui Rokok Ilegal, 3.834 Batang Disita, Padahal Sempat Bebas Sejak 2022
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Pj Gubernur Nana Sudjana kepada Lurah Mahfud di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, kala itu.
Penghargaan tersebut merupakan hasil dari berbagai inovasi dan upaya berkelanjutan dalam pengelolaan sampah.
Kuryos memiliki tiga bank sampah aktif. Yakni, Bank Sampah Asli, Bank Sampah Melati, dan Bank Sampah Mewah, serta dua TPS-3R, yaitu TPS-3R Saling Asih dan Rejo Makmur. Kedua TPS tersebut melayani warga di wilayah Kuripan Lor dan Yosorejo.
Salah satu inovasi unggulan lainnya adalah pembuatan paving block dari sampah plastik oleh warga bernama Sukimin.
Setiap paving block yang dihasilkan mampu menyerap sekitar 5 kg sampah plastik dan telah diajukan dalam Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kota Pekalongan 2025.
Selain itu, Kuryos juga menerapkan sistem informasi kas RT dan RW yang transparan, memungkinkan warga memantau pengelolaan sampah melalui grup RT/RW masing-masing.
Baca Juga: Tragis, Bocah Tenggelam di Kali Belo Ditemukan Tak Bernyawa di Muara Kali Kuto
Dengan berbagai upaya tersebut, Kuryos membuktikan bahwa pengelolaan sampah yang efektif dan partisipatif dapat menjadi solusi di tengah krisis lingkungan, serta menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Kota Pekalongan dan sekitarnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla