Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Lahan Tidur Bekas Rob Kini Panen Padi, Kota Pekalongan Siap Jadi Lumbung Pangan Baru

Lutfi Hanafi • Rabu, 14 Mei 2025 | 23:39 WIB
PANEN - Walikota Pekalongan, Kepala KPw BI Tegal, Pangdam IV/Diponegoro dan Plh Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah saat ikut panen perdana Padi Biosalin di Degayu Kota Pekalongan, Rabu (14/5/2025).
PANEN - Walikota Pekalongan, Kepala KPw BI Tegal, Pangdam IV/Diponegoro dan Plh Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah saat ikut panen perdana Padi Biosalin di Degayu Kota Pekalongan, Rabu (14/5/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Setelah lebih dari satu dekade terendam rob dan tak bisa digarap, lahan eks rob di Klidungan, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, kini berhasil menjadi sawah produktif.

Sebagai penanda berakhirnya masa tanam, panen perdana padi varietas Biosalin digelar pada Rabu 14 Mei 2025.

Panen ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara Bank Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, dan TNI Angkatan Darat.

Baca Juga: Dari Jalanan ke Panggung Juara, Aksi Polisi Pekalongan Cegah Tawuran Lewat Pencak Silat

Panen raya ini sebagai wujud nyata dari program pemulihan dan revitalisasi lahan pesisir yang rusak akibat rob selama puluhan tahun.

Panen dilakukan secara simbolis oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, Plh Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah (Jateng) Andi Reina Sari, serta jajaran Forkopimda dan kelompok tani setempat.

Sekitar 95 hektare lahan pertanian di kawasan pesisir Pekalongan ini, sebelumnya tidak bisa ditanami karena rob berkepanjangan. 

Baca Juga: Speling Siap Jemput Bola, Layanan Dokter Spesialis Hadir di Setiap Kelurahan Pekalongan

 

Namun, setelah dilakukan pembangunan tanggul dan bendung gerak oleh Pemkot Pekalongan pada tahun 2023, lahan mulai mengering.

Meski demikian, sempat mendapatkan tantangan baru, yakni tingginya kadar salinitas tanah yang membuat pertanian biasa sulit tumbuh.

Solusinya? Padi Biosalin, varietas yang dirancang tahan terhadap air payau.

Baca Juga: Dirikan Warung NKRI Digital di Kota Pekalongan, Tangkal Radikalisme Lewat Dialog

Dengan demplot awal seluas 1,5 hektare dan dukungan penuh dari berbagai pihak, lahan yang dulu tak produktif, kini sudah disulap sangat produktif.

Semula lahan yang diubah menjadi lahan produktif hanya seluas 33 hektar tanaman padi, namun kini terus bertambah.

Mayjen TNI Deddy Suryadi mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.

Baca Juga: Medono Canangkan Gerakan Kantong Sedekah Sampah, Solusi Hadapi Darurat Sampah

Ia menegaskan, kunci ketahanan pangan adalah pengolahan lahan tidur menjadi lahan produktif kembali.

“Lahan ini dulu terbengkalai hampir 10 tahun. Kini, kita bisa panen berkat kerja keras bersama. Target kita, gabah diserap sesuai harga pemerintah Rp 6.500/kg,” jelasnya.

Wali Kota Pekalongan yang akrab disapa Mas Aaf mengungkapkan, keberhasilan panen ini sebagai titik balik para petani di Degayu.

Baca Juga: Pameran Seni SMPN 15 Pekalongan, Siswa Juga Presentasikan Karyanya

“Berkat pembangunan tanggul dan dukungan banyak pihak, petani kembali punya harapan. Tanah yang dulu tak bisa ditanami, kini panen padi,” ujarnya bangga.

Pemkot Pekalongan bersama BI dan BRMP Biogen Kementerian Pertanian (Kementan) RI, terus mendorong peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan, bantuan benih unggul, dan pendampingan teknis.

Plh Kepala BI Jateng Andi Reina Sari menyebutkan, program ini sebagai bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Baca Juga: Eceng Gondok yang Dianggap Gulma, Kini Jadi Pupuk Organik di Padukuhan Kraton Kota Pekalongan

“Ini proyek percontohan pertama. Jika berhasil, bisa direplikasi di daerah pesisir lain yang menghadapi masalah serupa,” tegasnya.

Bank Indonesia juga telah memberikan peningkatan kapasitas dan sarana produksi agar petani siap menghadapi tantangan lahan eks rob.

Perwakilan Kelompok Tani Klidungan, Ahmad Solikhin, menceritakan perjuangannya selama puluhan tahun melawan perampokan. 

Baca Juga: Nekat Todong Petugas Saat Mabuk, Pemuda Bersenjata Cutter Diamankan dalam Operasi Premanisme di Pekalongan

“Kami sudah putus asa. Tapi kini, berkat dukungan semua pihak, kami berhasil menggarap 33 hektare lahan dan panen hingga 7 ton per hektare,” ungkapnya penuh syukur.

Dengan alat, benih, dan pendampingan yang memadai, para petani siap melanjutkan budidaya, bahkan mencoba varietas lain, jika hasilnya terus stabil.

Dengan pemanfaatan kembali lahan tidur dan hasil panen yang menjanjikan, Kota Pekalongan tidak hanya mengatasi masalah rob, namun juga bersiap menjadi kontributor utama ketahanan pangan nasional. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#padi Bio Salin #ketahanan pangan #dekade #Panen Perdana #BI KPw Tegal #panen padi #kot #varietas #kelurahan #eks lahan rob #terendam #Pemulihan Lahan