METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan Hj Balgis Diab menegaskan, keberlangsungan program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) tidak boleh berhenti pada seremonial atau sebatas unggahan di media sosial.
Ia meminta agar seluruh ide, data digital, dan laporan kegiatan benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Wawalkot saat menerima kunjungan Tim Verifikasi Lapangan Kampung KB Tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng), di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Senin 19 Mei 2025.
Baca Juga: Balgis Diab Nyatakan Beach Run Tak Sekadar Sehat, Tapi Juga Dongkrak Potensi Wisata Pekalongan
“Program Kampung KB jangan hanya sebatas konsep atau euforia di media sosial. Yang kita perlukan adalah bukti nyata. Data yang tertua dalam sistem digital harus sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegas Balgis.
Balgis juga mengapresiasi semangat kolaboratif lintas sektor yang sangat kuat dalam penguatan Kampung KB Mandiri Utama di Jenggot.
Semua OPD hadir tanpa diwakilkan, termasuk TP PKK dari tingkat kota hingga kelurahan.
Baca Juga: Atasi Sampah dengan Tabungan Lebaran, Warga Padukuhankraton Semakin Antusias
Hal ini menunjukkan komitmen bersama yang tinggi dalam mendukung program pembangunan keluarga berkualitas.
“Antusiasme semua pihak luar biasa. Ini bukti bahwa program ini didukung secara serius, bukan sekedar formalitas,” ujarnya.
Dirinya berharap Kampung KB Jenggot dapat menjadi model terbaik di Kota Pekalongan dan bahkan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Baca Juga: Komunitas Jeep BJC yang Siaga Bencana dan Getol Promosi Wisata Batang
Saat ini, Kota Pekalongan telah memiliki 27 kampung KB aktif.
“Kami percaya, Kampung KB Jenggot bisa menjadi representasi sukses dari sinergi pemerintah dan masyarakat. Semoga bisa juara,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi Provinsi, Faisa Mukti, menyampaikan, aspek utama dalam penilaian Kampung KB adalah komitmen pemerintah daerah dan dampak program terhadap kesejahteraan warga.
Baca Juga: Dinkominfo Kota Pekalongan Kembangkan SIAP KAWAL, Demi Tingkatkan Akses Informasi Publik
Ia menekankan, keberadaan Kampung KB harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung.
“Inovasi yang muncul dari masyarakat adalah indikator utama keberhasilan. Semua paparan akan kami cek langsung ke lapangan,” ujar Faisa.
Tahun ini, hanya lima daerah di Jateng yang mendapatkan verifikasi lapangan. Dan Kota Pekalongan menjadi kota pertama yang dikunjungi.
Baca Juga: Polres Pekalongan Kota Bongkar Produksi Tembakau Sintetis Bikin Halu
Hal ini menunjukkan posisi dan potensi besar yang dimiliki Pekalongan dalam pengembangan Kampung KB.
Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosidi, menyatakan optimistis Kampung KB Utama Mandiri Jenggot bisa meraih juara pertama.
Pada tahun 2022, kampung ini sudah mengukir prestasi sebagai juara II tingkat Provinsi Jateng.
Baca Juga: Puskesmas Dorong Pemkot Pekalongan Proaktif Ajak Warga Melakukan CKG
Tahun ini, sinergi semakin kuat dengan melibatkan banyak pihak termasuk Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA), serta sejumlah inovasi baru yang diyakini akan memberi nilai tambah dalam penilaian.
“Semua indikator mulai dari penurunan stunting, administrasi kependudukan, capaian KB, hingga kolaborasi lintas OPD sudah kami siapkan. Semoga bisa mewakili Jateng ke tingkat nasional,” pungkas Yos. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla