Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Niat Menikmati Senja, Remaja di Gringsing Terseret Pusaran Kali Kuto

Lutfi Hanafi • Rabu, 28 Mei 2025 | 02:12 WIB

 

PENCARIAN - Tim SAR dan anggota Koramil 03 Gringsing melakukan pencarian menggunakan perahu karet di Lokasi titik tenggelamnya jenazah Irfan, di DAM Kalikuto, Selasa (27/5/2025).
PENCARIAN - Tim SAR dan anggota Koramil 03 Gringsing melakukan pencarian menggunakan perahu karet di Lokasi titik tenggelamnya jenazah Irfan, di DAM Kalikuto, Selasa (27/5/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Keindahan senja di Dam Kali Kuto, Kecamatan Gringsing, berubah jadi duka.

Seorang remaja bernama Muhammad Irfan, 16, dilaporkan tenggelam setelah terseret pusaran air pada Senin 26 Mei 2025 sekitar pukul 18.00 WIB.

Kejadian tragis ini terjadi saat Irfan dan enam temannya tengah duduk santai di area Dam utara Jembatan Pantura Kali Kuto.

Menurut salah satu saksi sekaligus teman korban bernama Airlangga, Irfan tiba-tiba melompat ke sungai, tanpa diduga langsung tersedot ke pusaran kuat di bawah Dam.

"Saya dan Dafa langsung menyusul ke air, berusaha menarik Irfan. Tangan kami sempat saling menggenggam, tapi arusnya terlalu kuat," kata Airlangga dengan raut syok, ucapnya pada Selasa 27 Mei 2025.

"Kami kelelahan dan akhirnya ikut terbawa arus, tapi berhasil menepi sekitar 200 meter dari titik awal," tambahnya.

Keduanya ditemukan dalam kondisi lemas dan tubuh penuh lumpur, lalu segera dibawa ke Puskesmas Gringsing I untuk mendapat perawatan.

Mendengar kabar tersebut, warga yang hendak menjalankan salat Maghrib sontak panik.

Proses pencarian segera dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Batang dan Kendal bersama relawan dari RAPI, Polsek Gringsing, dan Koramil 03 Gringsing.

Namun karena malam tiba, pencarian sempat dihentikan sementara.

Menurut Isnadi, anggota RAPI yang turut dalam pencarian, meski debit air Kali Kuto tergolong rendah. Namun pusaran air di bawah Dam sangat kuat.

"Apapun yang masuk ke pusaran itu akan sulit keluar. Ketinggian Dam menambah tekanan air, dan inilah yang membentuk arus mematikan," jelas Isnadi.

Kepala Desa Gringsing, Murtadho, kembali mengingatkan warga, khususnya anak muda, agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar Dam Kali Kuto.

Area tersebut memang sering dijadikan tempat bersantai, terutama menjelang senja karena menawarkan panorama indah.

“Namun, di balik keindahan itu ada bahaya yang mengintai. Arusnya tidak bisa ditebak, dan pusaran air bisa muncul kapan saja,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian Irfan masih terus dilanjutkan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet dan penerangan lampu sorot. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Gringsing #malam hari #pusaran air #sar #tenggelam #dam #Kali Kuto