Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Aroma Mistis Kali Kuto, Korban Tenggelam Ditemukan, Urban Legend Menggema

Lutfi Hanafi • Jumat, 30 Mei 2025 | 05:08 WIB
PENGHORMATAN TERAKHIR : Sejumlah pelayat memberikan penghormatan terakhir kepada Muhammad Irfan yang tenggelam di Kali Kuto, Rabu malam,(28/05/2025)
PENGHORMATAN TERAKHIR : Sejumlah pelayat memberikan penghormatan terakhir kepada Muhammad Irfan yang tenggelam di Kali Kuto, Rabu malam,(28/05/2025)

METROPEKALONGAN.COM, Batang — Suasana haru menyelimuti Dusun Gringsing, Kabupaten Batang, saat jenazah Mohammad Irfan, 16, akhirnya ditemukan setelah tiga hari menghilang di arus deras Kali Kuto.

Penemuan jasad remaja ini bukan hanya menutup proses pencarian panjang, tapi sekaligus membuka kembali kisah lama tentang mistisnya Kali Kuto.

Yakni, sungai yang dikenal angker oleh warga sekitar.

Jenazah Irfan ditemukan terselip di antara tiang pancang proyek jembatan di Jatipurwo, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, sekitar 5 kilometer dari titik ia dinyatakan tenggelam.

Ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Rabu 28 Mei 2025 pukul 16.30 WIB, tubuh Irfan terendam lumpur di kedalaman lima meter.

Butuh perjuangan berat dan teknik ‘mengaduk’ air dengan perahu karet untuk mengangkat jasadnya ke permukaan.

“Kami curiga dari awal karena daerah itu ada tiang pancang proyek. Butuh waktu tiga jam hingga jasadnya terlihat mengambang,” jelas Khafidzin dari Sarnavat Kendal.

Meski sempat terendam selama tiga hari, tubuh Irfan ditemukan dalam kondisi relatif utuh, hanya luka kecil di bagian tubuh akibat benturan.

Usai divisum, jenazah langsung dimakamkan malam itu juga, disambut isak tangis keluarga dan ratusan pelayat, termasuk teman-temannya.

Yang menarik, pada pagi sebelum penemuan, seorang anak indigo bernama Azam secara mengejutkan menunjuk lokasi jasad Irfan dengan tepat.

Tanpa ragu, ia menyebutkan titik koordinat yang kemudian ternyata benar-benar menjadi lokasi ditemukannya jenazah.

Kisah ini menambah kuat aroma mistis yang sejak lama membungkus Kali Kuto dan anak-anak sungainya.

Dalam tiga bulan terakhir, sudah tiga remaja laki-laki tewas tenggelam di sungai ini.

Korban sebelumnya adalah Dafa Fayat Islami, 12, dan Viki Yudha Pratama, 13.

Anehnya, seluruh korban adalah remaja laki-laki yang tenggelam di sungai yang berada dalam aliran Kali Kuto.

Bagi warga yang tumbuh di sekitar sungai, Kali Kuto lebih dari sekadar aliran air.

Ada cerita lama yang hidup secara turun temurun—bahwa sungai ini tidak akan mengambil korban dari warga yang tinggal di sepanjang alirannya. Namun kini, mitos itu seolah terpatahkan.

“Anehnya, semua korban adalah laki-laki dan berasal dari desa sekitar sungai ini,” ujar seorang warga Gringsing yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga: Niat Menikmati Senja, Remaja di Gringsing Terseret Pusaran Kali Kuto 

Apakah ini hanya kebetulan, atau memang ada sesuatu yang belum terungkap dari balik arus deras Kali Kuto?

Warga kini kembali diselimuti kekhawatiran dan berbagai tafsir, dari yang rasional hingga spiritual.

Namun satu hal pasti, Kali Kuto kembali meminta tumbal, dan masyarakat pun kembali berspekulasi. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Urban legend Kali Kuto #Gringsing #mistis #remaja #Kali Kuto #Korban tenggelam Kali Kuto