METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Tanggul Sungai Bremi di kawasan Pabean, Kelurahan Padukuhan Kraton, Kota Pekalongan, kembali jebol pada Minggu 1 Juni 2025.
Kerusakan tanggul yang mencapai lebar sekitar 30 meter itu menyebabkan banjir di wilayah Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.
Merespons kejadian ini, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, bersama Wakil Wali Kota Balgis Diab, Kapolres, Dandim, serta jajaran Forkopimda lainnya langsung meninjau lokasi jebolnya tanggul.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan juga segera berkoordinasi dengan Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk melakukan penanganan darurat.
Balgis Diab menegaskan, langkah tanggap darurat dilakukan secepatnya demi mencegah kerugian yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.
"Hari ini juga akan dilakukan penanganan darurat. Ke depan, kita akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ujar Balgis.
Ia menambahkan, harapan besar diletakkan pada percepatan perbaikan tanggul.
Pemkot bersama pihak provinsi akan memastikan air tidak kembali mengalir ke permukiman warga.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Kota Pekalongan, Purwo Susetyo, menjelaskan, penanganan akan dilakukan secara darurat, menggunakan metode serupa dengan perbaikan tanggul jebol di Jeruksari pada November 2024 lalu.
“Kami akan menggunakan pancang dolken, sandbag, dan sesek bambu,” jelas Purwo.
Penanganan darurat ini dilakukan secara kolaboratif antara Dinas Pusdataru Provinsi Jateng, DPUPR Kota Pekalongan, BPBD, Kecamatan Pekalongan Utara, Kelurahan Padukuhan Kraton, Kelurahan Pasirkratonkramat, dan dibantu oleh warga setempat.
Pemerintah berharap dengan penanganan cepat ini, masyarakat terdampak bisa segera merasa aman dan aktivitas harian tidak terganggu.
Evaluasi menyeluruh terhadap sistem tanggul akan menjadi prioritas agar risiko bencana serupa dapat diminimalisasi ke depannya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla