METROPEKALONGAN.COM, Batang – Kali Kuto kembali menunjukkan keganasannya. Meskipun air tampak tenang dan debit kecil, arus di aliran sungai ini kembali menelan korban jiwa.
Alif Bagus Santoso, 28, warga Dukuh Munthuk, Desa Krengseng, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, ditemukan tewas.
Setelah diduga terseret arus deras di saluran irigasi Kali Kuto, wilayah Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri, Selasa sore 3 Juni 2025.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Berdasarkan keterangan rekan korban, Tile, saat itu mereka sedang duduk santai di sekitar pintu air Kali Kuto.
Ketika azan Maghrib berkumandang, rekan-rekannya berpindah tempat, namun Alif memilih tetap tinggal dengan alasan ingin mengukur kedalaman air terlebih dahulu.
“Kami kira dia masih duduk di situ. Tapi lama nggak nyusul, kami balik lagi. Ternyata lokasi sudah ramai, ada kabar orang tenggelam,” kata Tile.
Setelah upaya pencarian intensif selama tiga jam oleh tim SAR gabungan dari PMI, BPBD, dan relawan, jasad Alif akhirnya ditemukan sekitar pukul 21.30 WIB.
Jasad Alif dalam posisi telungkup dekat area persawahan di Desa Sambongsari — sekitar dua kilometer dari titik awal kejadian.
“Diduga korban terbentur batu saat terjun dan langsung pingsan, sehingga tidak bisa menyelamatkan diri,” kata Hari Casper dari PMI Kabupaten Batang.
Meskipun saluran irigasi tersebut hanya selebar dua meter, arusnya sangat deras karena struktur tanah yang menurun tajam dan licin.
Kondisi inilah yang diduga menjadi penyebab korban terseret cukup jauh dari lokasi semula.
Setelah dilakukan visum di RSI Weleri, jenazah Alif diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan keesokan harinya.
Peristiwa ini menambah panjang daftar korban keganasan arus Kali Kuto.
Warga diimbau untuk lebih waspada saat berada di sekitar pintu air atau saluran irigasi, terlebih ketika kondisi tanah licin dan arus tidak dapat diprediksi. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla