Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kuripan Yosorejo Menuju Desa Swasembada Pangan, Andalan Kota Pekalongan di Lomba Provinsi Jateng

Lutfi Hanafi • Selasa, 10 Juni 2025 | 05:23 WIB
GORENG TEMPE – Salah satu usaha andalan di kelurahan Kuripan Yosoresjo, usaha tempe. Dari pembuatan hingga produk siap saji.
GORENG TEMPE – Salah satu usaha andalan di kelurahan Kuripan Yosoresjo, usaha tempe. Dari pembuatan hingga produk siap saji.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Bukan hanya unggul secara administratif dan prestasi sosial, Kelurahan Kuripan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, kini menunjukkan langkah serius menjadi pelopor ketahanan pangan lokal.

Lewat slogan “Swasembada Pangan Kelurahan Kuripan Yosorejo, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas,” wilayah ini menjadi andalan Kota Pekalongan dalam Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng) 2025.

“Kami tidak hanya ingin menang lomba, tapi benar-benar membangun desa yang mandiri, berdaya, dan jadi inspirasi,” kata Lurah Mahfud, dengan penuh semangat saat ditemui media ini, Senin 9 Juni 2025.

Diungkapkan Mahfud, Kuripan Yosorejo memiliki total 106 hektare lahan sawah, terdiri atas 20,7 hektare aset Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dan 85,4 hektare milik petani.

Dua kelompok tani utama, Rejo Tani dan Sumber Urip, mengelola lahan tersebut dengan produktivitas rata-rata 7 ton/ha GKP. Total gabah kering panen per tahun bisa mencapai 735 ton—sebuah angka yang menandai kekuatan pangan mandiri dari desa ini.

Tak hanya padi, Rejo Tani juga membudidayakan jagung, dengan produktivitas mencapai 1 ton per hektare.

Di tengah kota yang didominasi jasa dan industri, eksistensi pertanian ini menjadi kekuatan yang unik dan strategis.

Selain pertanian, Kuripan Yosorejo memperkuat swasembada pangan melalui Koperasi Konsumen Kreatif Mandiri Sejahtera.

Koperasi ini menampung 122 anggota yang bergerak di sektor makanan dan minuman, memberdayakan masyarakat sekitar baik dalam produksi maupun distribusi.

Salah satu ikon kuliner yang menasional adalah Pabrik Tempe Azaki.

Produk tempenya dipasarkan hingga ke Kabupaten Batang dan Pekalongan, dengan harga pasar mulai dari Rp 5.000 – Rp 7.000 tergantung ukuran.

Pabrik ini memberdayakan warga lokal dan sudah bersertifikasi standar FTI (Forum Tempe Indonesia).

Tak kalah menarik, Café Kanza (Kandang Sapi) yang berada di tengah hamparan sawah, sukses menjadi destinasi kuliner dan wisata lokal.

Dengan koleksi 35 ekor sapi perah, produksi susu mencapai 350 liter/hari.

Setiap akhir pekan, café ini ramai dikunjungi warga untuk menikmati susu murni sambil menyaksikan pemandangan pedesaan.

Program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) Mekar Sari dan Lestari Mandiri menjadi tonggak urban farming Kuripan Yosorejo.

Pemanfaatan pekarangan untuk tanaman obat keluarga dan sayur-mayur dilakukan secara berkelanjutan di RW 10.

Gerakan ini menjadi salah satu praktik terbaik pemanfaatan lahan sempit di lingkungan urban.

Pengelolaan program berbasis data menjadi keunggulan Kuripan Yosorejo. Melalui inovasi Rumah DataKu, kelurahan ini terhubung dengan berbagai sistem seperti Sistem Informasi Kas RT/RW (Sikastewe) dan Aplikasi Desa Cantik.

Semua data digunakan untuk merancang program berbasis kebutuhan riil masyarakat—termasuk menekan angka stunting melalui program Genting (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting) dan Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak).

Prestasi kelurahan ini bukan isapan jempol. Dalam empat tahun terakhir, Kuripan Yosorejo mengoleksi lebih dari 25 penghargaan, mulai dari lomba PKK, bank sampah, kuliner, hingga teknologi tepat guna.

Dengan bekal kekuatan pangan, semangat gotong royong, dan inovasi digital, Kuripan Yosorejo siap membawa nama Kota Pekalongan menjadi yang terbaik dalam lomba kelurahan tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025 #tempe #swasembada pangan #Kuripan Yosorejo #padi #umkm #ketahanan pangan lokal #pupuk