Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pemancing Tertemper Kereta di Plabuan Batang, Dua Orang Alami Luka Parah

Lutfi Hanafi • Kamis, 12 Juni 2025 | 06:25 WIB
TANPA PALANG PINTU  - Lokasi korban tertabrak kereta api barang Kalmas Cargo 2529 tanpa palang pintu di Plabuan desa Ketanggan Kecamatan Gringsing,  Kamis (11/06/2025).
TANPA PALANG PINTU - Lokasi korban tertabrak kereta api barang Kalmas Cargo 2529 tanpa palang pintu di Plabuan desa Ketanggan Kecamatan Gringsing, Kamis (11/06/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Niat hati ingin mencari ikan, dua pria justru tertemperk kereta api.

Insiden ini terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Rabu pagi 11 Juni 2025.

Dua pemancing, Tuguri asal Desa Sumurbanger, Tersono, dan Supriyanto warga Sukorejo, Kendal, tertemper kereta barang Kalmas Cargo 2529 yang melaju dari Surabaya menuju Jakarta.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.56 WIB di sebelah barat Stasiun Plabuan, saat keduanya melintas dengan sepeda motor dari arah selatan ke utara.

Meski semboyan 35 (klakson kereta) telah dibunyikan dan warga sekitar sudah berteriak memperingatkan, namun korban tetap nekat melintasi rel.

“Korban terpental cukup jauh, satu orang luka kaki, satu lagi luka parah di pinggang,” kara Daryanto, perangkat Desa Ketanggan yang ikut dalam evakuasi.

Meski mengalami luka berat, keduanya masih selamat dan langsung dilarikan ke RSI Weleri untuk mendapatkan penanganan medis.

Identitas lengkap korban baru diketahui setelah proses penyelamatan selesai.

Menurut saksi mata yang enggan disebutkan namanya, perlintasan tersebut memang rawan kecelakaan karena tidak memiliki palang pintu dan sering dilintasi warga.

“Perlintasan itu ramai sejak ada proyek KITB. Banyak wisatawan, juga rumah makan seafood besar di pinggir pantai,” ungkapnya. 

Insiden ini sempat mengganggu perjalanan kereta api menuju barat, namun lalu lintas kereta kembali normal beberapa saat kemudian. 

Pantauan di lapangan menunjukkan, perlintasan Plabuan belum dilengkapi sistem pengaman seperti palang pintu otomatis, meskipun intensitas pengguna jalan cukup tinggi.

Hal ini menjadi sorotan masyarakat yang menuntut tindakan segera dari pihak terkait.

“Sudah sering kejadian seperti ini. Harusnya segera dipasang palang pintu sebelum ada korban jiwa lagi,” ujar warga sekitar yang prihatin. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#korban #pemancing #Gringsing #batan #kereta api