METROPEKALONGAN.COM, Magelang – Bagi sebagian orang, kesehatan adalah hal yang baru bisa benar-benar dihargai ketika sakit datang tanpa diduga.
Namun bagi Sri Maemuniarti, ibu rumah tangga dari Malanggaten, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah, kesehatan adalah sesuatu yang harus dijaga dan dilindungi. Salah satunya melalui kepesertaan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.
“Saya sudah cukup lama terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dengan jenis PBI (Penerima Bantuan Iuran),” ujar Sri mengawali ceritanya.
Statusnya sebagai peserta PBI membuatnya tidak perlu membayar iuran bulanan karena sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah dan manfaat yang ia terima sangat nyata.
Selama bertahun-tahun menjadi peserta, Sri sudah beberapa kali memanfaatkan layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Ia sering memeriksakan diri ke puskesmas hingga ke rumah sakit, dan semuanya tanpa biaya.
“Alhamdulillah, selama memakai BPJS Kesehatan, pelayanannya baik. Tidak ada perbedaan dengan pasien umum, semua dilayani dengan ramah dan profesional,” tuturnya.
Pengalaman paling berkesan bagi Sri adalah saat dirinya menderita sinusitis kronis selama sekitar lima tahun yang lalu. Penyakit itu membuatnya harus sering berobat demi kesembuhannya. Prosesnya dimulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani operasi.
“Saya dirawat selama satu minggu di rumah sakit. Semua biaya operasi dan perawatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Saya sama sekali tidak mengeluarkan uang sama sekali,” kenangnya.
Bahkan setelah operasi, ia tetap rutin kontrol jika obatnya habis dan semuanya tetap gratis, karena ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Sri juga pernah mengalami demam berdarah dan harus mendapatkan transfusi darah. Pengalaman ini semakin menguatkan keyakinannya bahwa Program JKN benar-benar meringankan beban masyarakat, terutama ketika sedang dalam kondisi darurat.
“Ketika saya dirawat karena demam berdarah dan butuh transfusi darah, rumah sakit langsung memproses semuanya. Saya tidak perlu mengurus dokumen yang merepotkan, dan darah yang saya butuhkan langsung diberikan. Itu sangat membantu sekali,” ujarnya.
Kini, seiring perkembangan layanan, Sri juga sudah mulai memanfaatkan teknologi digital yang ditawarkan BPJS Kesehatan. Aplikasi Mobile JKN menjadi andalan untuk mengakses layanan dengan lebih mudah.
“Saya sekarang mengambil antrean lewat aplikasi. Jadi kalau mau kontrol ke faskes, tidak perlu datang pagi-pagi dan menunggu lama. Tinggal klik di HP, semua jadi lebih mudah,” jelasnya.
Sri merasa bersyukur bisa menjadi peserta JKN dan merasakan langsung manfaatnya. Menurutnya, Program JKN sangat membantu masyarakat, apalagi bagi mereka yang sedang mengalami masalah kesehatan tapi terkendala biaya.
“Saya bersyukur sekali menjadi peserta BPJS Kesehatan. Program JKN ini benar-benar membantu masyarakat kecil seperti saya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar program ini bisa terus berjalan dengan lancar dan semakin berkembang. “Semoga program BPJS Kesehatan tetap maju, semakin baik pelayanannya dan semakin banyak yang terbantu. Karena lewat program ini, kita semua bisa saling membantu lewat sistem gotong royong. Ketika satu orang sakit, yang lain ikut membantu,” katanya dengan penuh harapan.
Sebagai penutup, Sri mengajak masyarakat yang belum menjadi peserta JKN untuk segera mendaftar.
“Jangan tunggu sampai sakit karena saat sakit datang, kita tidak pernah siap, tapi dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan, beban itu jadi jauh lebih ringan. Ini bentuk gotong royong sesama warga. Kita saling bantu. Kalau semua ikut membantu, makin kuat program ini dan makin banyak yang terbantu,” pungkasnya. (*/put/bis)
Editor : H. Arif Riyanto