Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

BPJS Kesehatan Beri Rasa Aman bagi Rafi Sekeluarga di Pelosok Magelang

Puput Puspitasari • Selasa, 24 Juni 2025 | 02:05 WIB
SADAR KESEHATAN : Rafi Raihan Hanif, mahasiswa asal Dusun Kwilet, Desa Ketunggeng, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, sudah memiliki kesadaran akan pentingnya jaminan kesehatan.
SADAR KESEHATAN : Rafi Raihan Hanif, mahasiswa asal Dusun Kwilet, Desa Ketunggeng, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, sudah memiliki kesadaran akan pentingnya jaminan kesehatan.

METROPEKALONGAN.COM, Magelang – Memiliki perlindungan kesehatan bukanlah hal yang hanya dibutuhkan ketika seseorang sudah sakit.

Bagi Rafi Raihan Hanif, mahasiswa asal Dusun Kwilet, Desa Ketunggeng, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, kesadaran untuk memiliki jaminan kesehatan justru hadir lebih awal bahkan sejak dirinya masih bekerja setelah lulus SMA.

“Saya mulai terdaftar di BPJS Kesehatan waktu kerja di sebuah perusahaan swasta. Saat itu memang diwajibkan sebagai syarat administrasi, tapi saya pribadi memang setuju. JKN ini, menurut saya, sangat penting, apalagi untuk masa depan,” kata Rafi.

Selama bekerja, Rafi merasa tenang karena sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari perusahaan. Iurannya sebagian dibayar oleh perusahaan, sebagian dipotong dari gaji.

“Waktu itu memang belum pernah saya pakai, tapi saya tahu fungsinya. Lebih baik punya dan tidak terpakai, daripada butuh baru sadar,” lanjutnya.

Setelah satu tahun bekerja, Rafi memutuskan untuk berhenti bekerja dan melanjutkan pendidikannya. Dengan berhenti dari pekerjaan, otomatis status kepesertaan JKN dari perusahaannya menjadi nonaktif. Namun karena sudah mengenal manfaat JKN, Rafi kemudian berdiskusi dengan keluarganya untuk tetap melanjutkan perlindungan kesehatan ini secara mandiri.

“Kami akhirnya sepakat daftar BPJS Kesehatan sebagai peserta mandiri untuk satu keluarga. Menurut saya, ini keputusan yang paling tepat. Iuran dibayar rutin setiap bulan. Rasanya lebih aman, apalagi kami tinggal di desa, kalau butuh perawatan, pasti biaya tidak sedikit,” jelasnya.

Keputusan itu terbukti tepat ketika sekitar tiga bulan lalu, adik Rafi mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun. “Awalnya dibawa ke klinik. Setelah dicek dan diberi obat, ternyata tidak ada perubahan. Akhirnya dirujuk ke rumah sakit dan harus rawat inap selama lima hari,” ungkap Rafi.

Selama masa perawatan adiknya, keluarga Rafi benar-benar merasakan manfaat memiliki JKN. “Kami fokus pada pemulihan adik saya. Proses administrasi di rumah sakit sangat mudah. Tidak ada tambahan biaya yang memberatkan. Semua ditanggung BPJS Kesehatan. Dari kamar rawat inap, pemeriksaan, obat, semua dicover,” katanya.

Selain itu, pelayanan yang diterima adiknya pun sangat memuaskan. “Perawatnya sigap, dokternya juga komunikatif. Saya ikut mendampingi waktu itu. Tidak ada perlakuan berbeda antara pasien umum dan peserta JKN. Saya rasa ini bentuk pelayanan yang adil,” tambah Rafi.

Pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa Program JKN adalah bentuk perlindungan yang seharusnya dimiliki oleh semua orang. “Banyak orang mungkin baru sadar pentingnya JKN setelah mengalami kejadian seperti ini. Tapi bagi saya, lebih baik sedia payung sebelum hujan,” ucapnya.

Rafi berharap agar BPJS Kesehatan terus meningkatkan pelayanannya serta memperluas jangkauan ke masyarakat yang belum memiliki akses. “Masih banyak orang di pelosok yang belum menjadi peserta JKN. Saya harap edukasi dan sosialisasi dari pihak BPJS Kesehatan bisa lebih merata. Semua orang berhak merasa aman soal kesehatan,” katanya.

Menurut Rafi, Program JKN yang dijalankan oleh BPJS Kesehatan tidak hanya membantu saat sakit, tetapi juga memberikan rasa tenang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. “Sebagai mahasiswa, saya memang belum sering menggunakan JKN secara langsung, tapi saya tahu bahwa saya punya perlindungan. Itu sudah cukup membuat saya merasa aman,” ujarnya.

Dengan penuh keyakinan, Rafi pun mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak menunda menjadi peserta JKN. “Kalau kita sehat hari ini, itu bukan jaminan besok juga begitu (sehat). JKN ini bentuk gotong royong. Dengan kita ikut keberlangsungan Program JKN, kita membantu orang lain, dan suatu saat bisa jadi kita juga yang dibantu,” tutupnya. (*/put/bis)

Editor : H. Arif Riyanto
#bpjs kesehatan #jkn