Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

BI Gandeng Pemkab Brebes Kendalikan Harga Bawang Merah Lewat Festival Inovatif 2025

Lutfi Hanafi • Sabtu, 28 Juni 2025 | 21:32 WIB
LEPAS BALON - Seremoni pembukaan Festival Bawang Merah Brebes 2025, oleh Bupati Brebes, pejabat terkait dan Keala BI KPw Tegal, di Alun -alun Brebes, Jumat (27/6/2025)
LEPAS BALON - Seremoni pembukaan Festival Bawang Merah Brebes 2025, oleh Bupati Brebes, pejabat terkait dan Keala BI KPw Tegal, di Alun -alun Brebes, Jumat (27/6/2025)

METROPEKALONGAN.COM, Brebes – Bawang merah bukan sekadar komoditas dapur.

Di Kabupaten Brebes, bawang merah adalah nadi ekonomi dan simbol ketahanan pangan nasional.

Karena itu, pengendalian harganya menjadi isu strategis yang kini digarap serius oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkot) Brebes melalui Festival Bawang Merah Brebes 2025, yang digelar pada 27–28 Juni di Alun-Alun Brebes.

Kehadiran Bank Indonesia (BI) dalam festival ini bukan hanya sebagai penggembira.

Melalui sinergi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), BI menunjukkan komitmen konkret untuk menjaga stabilitas harga bawang merah.

Sekaligus memperkuat literasi ekonomi, digitalisasi sektor pertanian, serta mendukung UMKM lokal.

Sejak 2023, Bank Indonesia telah aktif berkolaborasi dalam Festival Bawang Merah Brebes.

"Kami hadir untuk mendukung pengendalian inflasi, khususnya harga bawang merah yang menjadi komoditas strategis nasional,” ujar Kepala KPw BI Tegal, Bimala, saat membuka festival, Jumat 27 Juni 2025.

Menurut Bimala, upaya pengendalian inflasi dilakukan melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari edukasi digitalisasi pasar hingga stabilisasi harga.

BI bersama Dinas Pertanian Brebes menjalankan pendampingan kepada petani dan pelaku pasar agar ekosistem perdagangan bawang merah menjadi lebih sehat, efisien, dan kompetitif.

“Kami ingin petani tak hanya tangguh di ladang, tetapi juga melek teknologi, paham literasi keuangan, dan mampu mengakses pembiayaan formal,” tegasnya.

Edukasi langsung penggunaan QRIS kepada pedagang pasar tradisional untuk mempercepat adopsi transaksi digital yang transparan dan efisien.

Gerakan Pasar Murah (27–28 Juni), menyediakan bahan pokok, termasuk bawang merah, dengan harga terjangkau sebagai langkah konkret menekan gejolak harga jelang akhir semester.

Lomba Menggambar CBP Rupiah (27 Juni), literasi keuangan sejak dini melalui lomba anak-anak bertema Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, menanamkan kesadaran ekonomi lewat seni.

Petani Milenial PEKA Digitalisasi (27 Juni), didorong untuk mengenal aplikasi pertanian modern, mengakses pasar daring, dan mengelola data produksi agar lebih adaptif terhadap pasar.

Talkshow Petani Bawang Merah (27 Juni), forum terbuka antara petani, pemerintah, perbankan, dan akademisi untuk menyerap aspirasi serta menemukan solusi atas tantangan harga dan distribusi.

Kerja Sama Antar Daerah (28 Juni),difasilitasi oleh BI untuk memperkuat sinergi antarwilayah dalam memperlancar distribusi dan menjaga stabilitas rantai pasok bawang merah nasional.

“Petani hari ini bukan lagi hanya pejuang pangan, tapi juga pelaku ekonomi digital. Mereka harus kuat dengan data, aplikasi, dan jaringan,” kata Bimala menggarisbawahi pentingnya transformasi peran petani.

Festival ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor bisa menjadi solusi nyata dalam menghadapi tantangan ekonomi, bukan hanya seremoni tahunan belaka.

Festival Bawang Merah Brebes 2025 menjadi bukti bahwa lewat pendekatan kreatif, sinergi pemerintah, dan edukasi menyeluruh, harga komoditas strategis seperti bawang merah dapat dikendalikan demi kesejahteraan petani dan kestabilan ekonomi nasional. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#brebes #bawang merah #BI KPw Tegal #komoditas strategis nasional