METROPEKALONGAN.COM, Batang – Tepat di tengah gegap gempita peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Kota Pekalongan kembali mencatatkan prestasi gemilang.
Predikat Kota Terbaik II dalam kategori Pembangunan Daerah Jawa Tengah Tahun 2025 menjadi bukti nyata konsistensi kota batik dalam membangun secara progresif, inovatif, dan berkelanjutan.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi kepada Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, di Lapangan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang kini bernama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis, Selasa pagi 19 Agustus 2025.
Piagam penghargaan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Jateng Nomor 100.3.3.1/239 Tahun 2025 yang menegaskan kinerja pembangunan Kota Pekalongan patut diapresiasi.
Bagi wali kota yang akrab disapa Mas Aaf, predikat ini bukan sekadar medali perak, melainkan suplai motivasi baru bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus bekerja lebih baik, membangun inovasi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada warga,” katanya penuh syukur.
Dengan pencapaian ini, Pemkot Pekalongan berharap bisa melanjutkan momentum positif menjalankan solusi inovatif dalam pemerintahan, menata infrastruktur, serta menjaga kearifan lokal.
Semangat ini diharapkan dapat memantik kemajuan ekonomi, memperkuat budaya lokal, dan meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Kota Batik.
Gubernur Luthfi menambahkan, penghargaan ini adalah bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terhadap daerah yang berhasil menunjukkan kualitas tinggi dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program pembangunan.
Kota Pekalongan dianggap menjadi teladan dalam menjalankan ketiga tahap itu. Rekam jejak membanggakan memang bukan hal baru bagi Kota Pekalongan.
Tahun sebelumnya, Kota Pekalongan sudah meraih Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik III se-Jawa Tengah tahun 2024.
Kini di tahun 2025, lompatan ke peringkat kedua menunjukkan peningkatan prestasi yang signifikan dan berkelanjutan. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla