Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pameran UMKM Jateng, Pekalongan Bawa Semangat Lestarikan Batik Otentik

Lutfi Hanafi • Kamis, 21 Agustus 2025 | 19:49 WIB
TALK SHOW - Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya saat menjadi narasumber talk show Ngudar Asa Semarang, Rabu  (20/8/2025).
TALK SHOW - Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya saat menjadi narasumber talk show Ngudar Asa Semarang, Rabu  (20/8/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Semarang – Deretan kain batik berwarna indah terpajang rapi di stand Dekranasda Kota Pekalongan.

Motifnya beragam, mulai dari batik cap, tulis, hingga tren terbaru batik ekologi dengan pewarna alam.

Semua itu dipamerkan dalam ajang Pameran Dekranasda Jawa Tengah yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), 20–22 Agustus 2025, sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jateng.

Pameran yang diikuti 35 kabupaten/kota ini menjadi etalase kreativitas para pelaku UMKM lokal.

Dari sekian banyak produk yang ditampilkan, batik Pekalongan kembali mencuri perhatian pengunjung.

Ketua Dekranasda Kota Pekalongan Hj Inggit Soraya, hadir langsung mendampingi para pengrajin.

Tak hanya itu, ia juga menjadi narasumber dalam talkshow Ngudar Asa yang membahas peran Dekranasda dalam mengembangkan UMKM dan kerajinan Jawa Tengah.

Menurut Inggit, batik bukanlah kain biasa. Setiap helainya menyimpan filosofi dan cerita. Proses pembuatannya pun panjang, melewati banyak tahapan dan teknik.

“Batik itu tidak asal jadi. Kalau harganya mahal, wajar, karena prosesnya lama. Ada batik cap, batik tulis, bahkan tren baru batik warna alam yang ramah lingkungan,” jelasnya saat mengikuti Talk Show Ngudar Asa, Rabu 20 Agustus 2025.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menjaga keotentikan batik Pekalongan di tengah gempuran batik print yang diproduksi masal.

“Batik kita sudah diakui dunia. Namun, tantangannya kini ada pada regenerasi pembatik. Mayoritas pembatik sudah berusia lanjut, sehingga kita perlu mendorong anak muda ikut melestarikan,” ujarnya.

Untuk itu, Dekranasda Kota Pekalongan terus menggulirkan program edukasi, mulai dari sosialisasi membatik di sekolah, lomba membatik, hingga pelatihan kreatif bagi generasi muda.

Langkah ini sejalan dengan status Kota Pekalongan yang telah diakui UNESCO sebagai Kota Kreatif Dunia di bidang kerajinan dan seni rakyat.

“Pameran ini menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan batik Pekalongan ke pasar yang lebih luas, baik nasional maupun global. Batik adalah warisan budaya sekaligus potensi ekonomi. Jika dijaga dengan baik, batik bisa menjadi penggerak ekonomi daerah,” tegas Inggit.

Melalui ajang ini, Pekalongan tidak sekadar hadir membawa produk UMKM, tetapi juga membawa semangat pelestarian batik otentik agar tetap lestari dan diteruskan lintas generasi. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Ketua Dekranasda Kota Pekalongan Hj Inggit Soraya #batik #Kantor Gubernur Jawa Tengah #kain batik #Dekranasda Jawa Tengah